Ada Warung Biasa tapi Menu Bintang Lima? Masak Sih?

nganjuk
pelanggan menikmati menu warung lesehan
matakamera, Nganjuk – Warung kopi dan lesehan menjadi sudah menjadi tempat nongkrong paling populer di mana-mana. Tidak peduli siang atau malam, laki-laki atau perempuan, mereka pasti betah berlama-lama apalagi jika dilakukansecara beramai-ramai. Karena itu pula, tak jarang tempat-tempat nongkrong itu terutama di malam hari, dipandang negatif oleh sebagian orang. Dengan desain lampu remang-remang, tempat duduk lesehan yang terkadang bersekat semakin menjadikan pandangan masyarakat tentang keberadaan kafe sebagai tempat nongkrong yang kurang positif.
Cap buruk itulah yang menginspirasi Ahmad Huda Darmawan, pengelola warung nongkrong anak-anak muda, di area Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk. Kafe sederhana yang berada tepat di ujung utara deretan warung-warung terlihat jelas nama “Cafe Edu”. Asalnya dari kata edukasi, yang juga bermakna pendidikan. Ya, Huda sengaja memilih nama karena ingin membuat konsep warung nongkrong yang berbeda, mengusung nuansa pendidikan positif dan jauh dari kesan negatif.
Berbekal keahlian mengolah kuliner saat bersekolah tata boga di salah satu SMK di Surabaya, Pemuda kelahiran Nganjuk, 25 April 1990 ini meracik juga meracik sendiri menu-menu yang disajikan di warungnya tersebut. Sudah sebulan terakhir, Huda mengelola warung yang awalnya buka mulai pagi hingga sore, dan kini mulai sore hingga pagi hari.
Untuk menarik pembeli, Huda mencoba mengubah menu sederhananya semirip mungkin dengan menu-menu yang ada di hotel berkelas. Contohnya nasi goreng selimut. Isi dan cara memasaknya tidak jauh berbeda dengan nasi goreng pada umumnya. Hanya saja penyajiannya yang dibuat secantik mungkin. “ Jadi pembeli terutama anak muda mudah tertarik, dan semakin lahap menyantap hidangan,” ujar Huda.
Dengan harga yang hanya Rp 5.000 per porsi, tentu akan lebih menarik pembeli. Selain itu, suguhan kopi dan berbagai makanan ringan juga diharapkan bisa membuat pembeli semakin betah dan akhirnya menjadi pelanggan setia kafenya.
Rencananya, Cafe Edu yang dirintisnya akan dijadikan tempat rujukan bagi para pelajar dan mahasiswa. Kafenya akan terasa makin lengkap dengan rencana Huda menambahkan perpustakaan mini yang menyediakan berbagai buku-buku. Diharapkan, selain bisa bersantai dan ngopi, para pelajar dan mahasiswa bisa terus menambah pengetahuannya dengan membaca referensi yang tersedia. “Nanti juga akan ada perpustakaan mini di sini. Jadi bisa belajar sambil ngopi. Kalau diperpustakaan kan jarang bisa ngopi dan bercanda,”ujarnya.
Huda berharap, dengan usahanya membuat kafe pendidikan bisa menjadikan para orang tua perlu lagi khawatir anak-anak mereka pergi keluar malam hari lantaran tujuannya adalah ke kafe pendidikan miliknya. Selain itu, Huda juga mengharapkan ide kreatifnya bisa dijadikan contoh bagi pengusaha-pengusaha muda lain untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya yang ada di Kabupaten Nganjuk.(ab)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 komentar:

  1. Muantabs...inspiratif, tanpa mengubah budaya bagi teman2 muda yg suka nongkrong tapi akan bisa memberikan sentuhan positif sehingga budaya nongkrong tidak perlu lagi menjadi kekhawatiran para orang tua thd anaknya.

    ReplyDelete
  2. Trimakasih banyak, semoga budaya baiknya bsa tertular #ayoberubah

    ReplyDelete

Comments System

Disqus Shortname