Para Orangtua, Tolong Dampingi Anak-Anak saat Melihat Tontonan BeritaSoal Terorisme

mapolres nganjuk
polisi lalu lintas di halaman mapolres nganjuk
matakamera, Nganjuk - Informasi seputar aksi terorisme di kompleks pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016, begitu menyita perhatian publik. Tidak hanya melalui ekspose berita di media massa, tetapi juga beredar luas di platform-platform media sosial seperti Facebook dan Twitter. Tidak jarang, derasnya informasi yang juga sering dilengkapi foto-foto vulgar itu membawa dampak buruk bagi pembacanya. Khususnya anak-anak tercinta kita di rumah.

Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada 14 Januari 2016 langsung merilis draf Panduan Bagi Guru dan Orang Tua Bagaimana Bicara Tentang Terorisme. Tujuannya, agar orang tua di rumah dan guru di sekolah mampu mengarahkan anak-anak agar dapat menangkap derasnya informasi seputar aksi terorisme itu dngan lebih bijak, dan tidak membawa pengaruh buruk.

Berikut ini rilis resmi panduannya,

  1. Cari tahu apa yang mereka pahami. Bahas secara singkat apa yang terjadi meliputi fakta-fakta yang sudah terkonfirmasi serta ajak anak untuk menghindari isu dan spekulasi.

  2. Hindari paparan terhadap televisi dan media sosial yang sering menampilkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak di bawah usia 12 tahun.

  3. Identifikasi rasa takut anak yang mungkin berlebihan. Pahami bahwa tiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan bahwa kejahatan terorisme sangat jarang, namun kewaspadaan bersama tetap perlu.

  4. Bantu anak mengungkapkan perasaannya terhadap tragedi yang terjadi. Bila ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat yaitu pelaku kejahatan. Hindari prasangka pada identitas golongan yang didasarkan pada prasangka.

  5. Jalani kegiatan keluarga bersama secara normal untuk memberikan rasa nyaman, serta tidak tunduk pada tujuan teroris mengganggu kehidupan kita. Kebersamaan dan kominikasi rutin penting untuk mendukung anak.

  6. Ajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para polisi, TNI, dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani dan membantu kita di masa tragedi. Diskusikan lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka daripada sisi kejahatan pelaku teror. (ab)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname