Serunya Kolaborasi Eny Sagita dan Demy Banyuwangi

nganjuk
duet eny demy di konser dangdut
matakamera, Nganjuk – Apa jadinya jika musik jaranan dangdut (jandut) koplo tampil sepanggung dengan dangdut Osing banyuwangian? Sensasi duet dua aliran dangdut terbesar di Jawa Timur itu baru-baru ini dirasakan langsung oleh ribuan penonton di Lapangan Karang Dinoyo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 17 Januari 2016 lalu. Tidak tanggung-tanggung, kolaborasi langka itu dibawakan oleh biduwan jandut tenar Eny Sagita, dan seorang penyanyi hits banyuwangian Demy Ganden.

Tak pelak, sejak pentas dimulai sekitar pukul 18.00 malam, ribuan penonton pun langsung dibuat takjub oleh penampilan dua penyanyi dangdut top Jawa Timur ini. Apalagi, lagu-lagu khas yang mereka bawakan juga diiringi oleh orkes musik yang memadukan irama dangdut koplo, jandut, banyuwangian, dan sesekali ditambah sentuhan rasa reggae.

Eny Sagita, biduwan cantik asal Desa Pacewetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, tampil membawakan lagu-lagu barunya seperti Kahanan, Nitip Kangen, sampai lagu Ngamen 17. Sementara Demy, penyanyi muda asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, berhasil menyihir lautan penonton dengan lagu-lagu andalannya seperti Edan Turun, Kanggo Riko, Tutupe Wirang, hingga lagu Ngelali. Di tengah, pentas Eny dan Demy juga saling bertukar lagu atau membawakannya secara berduet. “Nggak sabar pengen segera lihat video-video lagunya,” ujar Misdianto, Sagitamania yang tampak tidak puas hanya dengan sekali pertunjukan semalam itu.

Sepanjang pertunjukan musik berlangsung, penonton memang merasakan sensasi tersendiri, seakan larut terbawa ‘duel’ irama musik yang berbeda-beda. Awalnya pinggul dan tangan dibuat bergoyang nge-beat dengan irama dangdut jaranan, yang memiliki ketukan suara gamelan yang rancak. Namun tiba-tiba, mereka dibuat hanyut dengan irama musik dan cengkok khas Banyuwangi yang mendayu-dayu. “Sun mung biso ngucap sepuro..nong raino bengi, rupo bingung hang ngemuli,” lantun Eny Sagita dengan suara serak khasnya, ketika berduet membawakan salah satu lagu hits Demy Ganden berjudul Tutupe Wirang. Spontan, ribuan penonton berteriak histeris dan mengangkat kedua tangan mereka tinggi-tinggi, sambil ikut bernyanyi.

Duet pertama kali bersama Demy malam itu, ternyata juga meninggalkan pengalaman berkesan untuk si ratu Asolole Eny Sagita. Sampai-sampai, wanita 29 tahun bernama asli Eni Setyaningsih ini membuat posting khusus di akun Instagramnya untuk Demy Ganden. “Pak Dhe Demy suarane panjenengan asli penak. Suwun Pak Dhe…pun duet sama wonk Pace,” ujar Eny.(ab)

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname