Arus Balik Imlek, Jalur Caruban-Wilangan Padat Merayap

jakan raya nganjuk madiun
Suasana arus lalu lintas di Jalan Raya Nganjuk-Madiun kec.Wilangan (8/2/2016)
matakamera, Nganjuk – hari terakhir libur panjang perayaan Imlek malam ini, Senin 8 Februari 2016, arus lalu-lintas di Jalan Raya Surabaya-Solo di sepanjang Caruban-Wilangan mengalami kemacetan. Lonjakan volume kendaraan yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor tampak sejak sore sekitar pukul 14.30, karena kerap menjadi pilihan para pengguna jalan dari arah Surabaya maupun Solo.
Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Rise Sandiyantati melalui Kaur Bin Ops (KBO) Iptu Rony Yunimantara mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah persiapan awal menghadapi lonjakan kendaraan pemudik Imlek tersebut. Salah satunya, dengan menyiapkan kantong-kantong pengalihan arus jika sewaktu-sewaktu terjadi kemacetan. “Berkacanya dari pengalamanlibur Natal dan Tahun baru 2015,” ujar Rony.
Menurut Rony, pihaknya juga sudah mengerahkan personel di titik-titik rawan penumpukan seperti perlintasan kereta api (KA) Desa Bagorkulon, Kecamatan Bagor dan perlintasan KA Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, bottle neck dan pasar tumpah di Kecamatan Bagor, hingga simpang Mengkreng Kertosono, di mana antrean kendaraan paling menumpuk di titik-titik ini.”Kalau memang padat, kami akan melakukan pengalihan arus ke jalan alternatif,” kata dia.
Pantauan polisi sampai hari gelap sekitar pukul 19.00, situasi lalu-lintas dua arah di Jalan Raya Caruban-Wilangan dalam kondisi padat merayap. Kendaraan baru berhenti tak bergerak ketika ada Ka melintas di dua titik perlintasan yang saling berdekatan. “Lonjakan kendaraan karena hari ini adalah hari libur terakhir kantor dan sekolah sampai masuk lagi besok (9/2),” urai Rony.
Menurut Rony, pihaknya di Satlantas Polres Nganjuk sudah sejak jauh-jauh hari memprediksi akan ada kemacetan parah pada saat liburan panjang perayaan hari Imlek. Menurut perwira berpangkat dua balok emasini, arus kendaraan lalu lintas berpotensi mengalami lonjakan yang sangat tinggi mulai Jumat sampai Sabtu hari ini (6/2). Namun demikian, Rony menyebut pihaknya tetap harus berpikir yang terburuk dulu. Oleh karena itu sepanjang Kertosono sampai Nganjuk kita lakukan pengaturan lalu lintas dan pemantauan secara mobile,” pungkas Rony.(ab)

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname