Selain Tim SAR, Pencarian Bocah Hilang Juga Libatkan Anak Indigo

sungai bodor pace
tim basarnas saat mencari anak tenggelam di sungai bodor
matakamera, Nganjuk – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) RI dari Pos Basarnas Trenggalek, Sabtu pagi 13 Februari 2016 ikut turun mencari Aris Kristiawan, 12, bocah laki-laki asal Desa Banaran, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Bodor, di desa stempat sejak Kamis sore 12 Februari 2016. Regu Basarnas didampingi tim TRC BPBD Nganjuk mulai pencarian sejak ukul 07.00 sampai pukul 16.00. Namun sayang, pencarian hari kedua itu tetap belum membuahkan hasil. Adapun penyisiran dilakukan di dua sisi tepi sungai yang banyak terdapat rerimbunan batang bambu dan sampah kayu. Lalu, membentangkan tali tebal dari kedua ujung sungai selebar sekitar 10 meter, untuk kemudian disambungkan dengan tali lain yang tersambung di badan perahu boat. Mereka kemudian melakukan pencarian dengan teknis zig-zag di sepanjang garis lebar sungai, sambil beberapa orang terjun menyelam ke dalam air. Tim Basarnas kemudian melakukan penyisiran mengikuti aliran sungai sampai sejauh sekitar 2 kilometer, sampai di pintu dam Banaran, untuk melihat kemungkinan tubuh korban tersangkut di gerbang pengatur saluran irigasi sungai tersebut. Selain itu, mereka beberapa kali juga melakukan manuver spiral di tengah sungai menggunakan perahu boat, untuk mengaduk-aduk air sehingga benda di dasar sungai bisa terangkat naik. Sampai sore sekitar pukul 16.00, tim Basarnas dibantu puluhan relawan SAR lokal tetap belum bisa menemukan keberadaan Aris. Mereka kemudian keluar dari air dan berembuk, lalu memutuskan untuk melanjutkan pencarian di hari ketiga Minggu (14/2) pagi ini. Sepanjang waktu pencarian kemarin, beberapa kali diselingi dengan hujan intensitas sedang dan ringan. “Kami mengantisipasi hujan deras, karena sungai bisa saja meluap dan banjir lagi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk Soekonjono di lokasi kemarin. Sementara itu, beberapa kerabat Aris juga tampak melakukan ritual tradisional seperti melarung beberapa sesaji, hingga mendatangkan anak indigo (kemampuan supranatural, Red) untuk membantu melakukan pencarian. Si anak indigo yang dibawa naik perahu sempat menyebut, Aris masih ‘disembunyikan’ oleh penguasan sungai dan belum waktunya dikembalikan. (ab)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname