Pertarungan di Pilkada Nganjuk Mendatang Diprediksi Lebih Ketat dan Sengit

Pilkada Nganjuk
Keterangan foto : (atas dari kiri ke kanan) Ulum Basthomi, Imam Makruf, Siti Nurhajati, Ita Triwibawati. (bawah dari kiri ke kanan) Budiono, Sutikno, Bimantoro Wiyono, Syaiful Anam
Ahad 26 Juni 2016

matakamera, Nganjuk - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, direncanakan baru berlangsung pada pertengahan tahun 2018. Namun sejak jauh-jauh hari, aroma kontestasi para bakal calon yang akan bertarung sudah begitu semerbak. Beberapa nama tokoh kini sudah mulai pamer muka, bahkan ramai diperbincangkan masyarakat Nganjuk.

Pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Ahmad Hasan Ubaid mengatakan, memang tidak salah sosialisasi dini untuk menghadapi Pilkada Nganjuk 2018. Apalagi, ‘medan pertempuran’ dalam pilkada nanti disebut Hasan cenderung lebih rata. Hal ini karena sang incumbent, Bupati Taufiqurrahman sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi, setelah habis masa jabatannya pada 28 April 2018 mendatang.

Menurut Hasan, semua calon yang tampil nanti bisa memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pilkada. Meskipun, bupati incumbent yang juga Ketua DPC PDIP-P Nganjuk kabarnya sudah menyiapkan calon penerusnya untuk duduk di kursi AG 1. Santer bakal kandidat yang disiapkan tidak lain adalah Ita Triwibawati, istrinya sendiri yang saat ini menjabat Sekda Jombang sekaligus Ketua TP PKK Nganjuk. “Suasana pertarungan relatif akan lebih seimbang dan sengit,” ujar dosen Departemen Ilmu Politik UB Malang ini.

Bagi kandidat baru yang ingin tampil dan dikenal masyarakat Nganjuk, Hasan menyarankan sebaiknya saat ini sudah mulai bersosialisasi, namun tidak berlebihan. Contohnya, dengan melakukan strategi pencitraan umum, misalnya menampilkan gambar dengan ucapan tertentu terkait isu-isu sosial di Kabupaten Nganjuk. Hal itu juga untuk mengindari tudingan pencitraan politik secara vulgar, karena tahapan resmi Pilkada Nganjuk memang belum dimulai. “Yang umum-umum dulu, minimal dikenal baik dulu oleh masyarakat,” ujarnya. Mengumbar program kerja dan janji untuk saat ini disebut Hasan belum tepat waktunya.

Menurut informasi yang dihimpun matakamera.net di lapangan, sejak awal 2016 sejumlah nama terdeteksi berhasrat bertarung di Pilkada Nganjuk 2018. Antara lain Siti Nurhayati alias Bu Hanung, mantan Bupati Nganjuk yang pernah maju dalam Pilkada Nganjuk 2012. Lalu Ulum Basthomi, Wakil Ketua DPRD Nganjuk dan politisi PKB. "Mohon restu para Kyai sepuh, agar Kang Ulum (Ulum Basthomi) didukung untuk memimpin Nganjuk," ujar Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar, saat konsolidasi partai di Nganjuk pada 12 Mei 2016 lalu. Kakak kandung Muhamin Iskandar ini terang-terangan mendeklarasikan Ulum Basthomi sebagai bakal kandidat peserta Pilkada Nganjuk dari PKB.

Nama lain yang tak kalah gesit bergerilya adalah Budiono. Mantan Sekda Nganjuk yang kini menjadi anggota MPR-RI ini begitu rutin berkeliling desa  ke desa di Nganjuk dalam beberapa bulan terakhir. "Memang ada niatan  beliau (Budiono) untuk Pilkada Nganjuk. Rencananya lewat jalur independen," ujar salah satu tim sukses Budiono, yang rutin mendampingi gerilya di Nganjuk.

Selain itu, mencuat pula sosok nama baru yaitu Imam Makruf, pengusaha yang kini menjadi anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra. Jejaknya pernah terdeteksi ketika gencar bersosialisasi dengan warga Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot dalam proses pembangunan Jembatan Kelutan-Papar, pada pertengahan 2015. "Partainya Gerindra, tapi basisnya dari kalangan Nahdliyin," ujar salah satu tokoh muda NU Nganjuk kepada matakamera.net.

Di luar empat nama tokoh di atas, ada beberapa nama lagi yang belum terang-terangan bersosialisasi, namun dikabarkan sudah berminat bertarung dalam Pilkada memperebutkan kursi AG 1 dan AG 2 di Nganjuk. Antara lain Sutikno, pengusaha dan politisi Partai Demokrat Nganjuk, lalu Bimantoro Wiyono, putra anggota DPR-RI Sareh Wiyono, dan Syaiful Anam, Kepala Desa Sidoharjo Tanjunganom yang sudah pernah maju dalam Pilkada Nganjuk 2012.

Sementara itu, ada juga sederet nama tokoh yang juga ramai dibicarakan masyarakat untuk Pilkada Nganjuk 2018. Namun, mereka sendiri belum menunjukkan sinyal bersedia maju. Menurut informasi yang dihimpun matakamera.net, mereka antara lain adalah Gondo Hariyono, Ketua PSHT Cabang Nganjuk, lalu Novi putra pengusaha Imam Mukhayat Syah, dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, artis Ibukota sekaligus politisi PAN asal Nganjuk.(ab)

(Panji Lanang Satriadin)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname