Bantu Biaya Sekolah Maya Sampai Lulus, Bunda Ita : Jangan Sampai Dibully dan Dijauhi

maya
Ita Triwibawati, Ketua LPA Kabupaten Nganjuk saat mendatangi tempat tinggal Maya, gadis belia penderita kelainan kulit di Kertosono, didampingi Bupati Taufiqurrahman pada Jumat 29 Juli 2016
matakamera, Nganjuk - Setelah resmi dikukuhkan menjadi ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Nganjuk, Ita Triwibawati langsung tancap gas dengan melakukan blusukan ke sejumlah wilayah. Tujuannya, untuk mendatangi langsung tempat tinggal anak-anak dan balita yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang karena menderita gangguan sosial dan kesehatan.
Contohnya pada Jumat 29 Juli 2016, Bunda Ita, sapaan akrab istri Bupati Nganjuk Taufiqurrahman ini, langsung mendatangi di tempat tinggal Maya, siswi kelas 2 MTs Negeri Nglawak, Kecamatan Kertosono, yang menderita kelainan kulit di sekujur tubuhnya. Didampingi Bupati Taufiq, Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dan Kepala Puskesmas Kertosono, menyapa langsung dan mengajak bercengkrama Maya, gadis 13 tahun yang lulusan SDN Gampeng 2, Kecamatan Ngluyu. “Kok tidak masuk sekolah Dik?" tanya Bunda Ita. Maya pun menjawab. " Hari Jumat libur Bu," ujar Maya usai mencium tangan Bunda.

Di sela bercengkrama dengan Maya, Bunda Ita juga meminta kepada seluruh stakeholder terutama puskesmas untuk memantau terus perkembangan Maya. Dia juga tidak lupa berpesan kepada masyarkat di sekitar tempat tinggal Maya, dan teman-teman Maya di sekolah, agar tidak menjauhi atau membully gadis belia yang hobi membaca ini. "Kelainan kulit ini tidak berbahaya karena tidak menular, ini lho saya pegang tangannya tidak apa apa tho," ucap Bunda Ita sambil memegang langsung tangan Maya yang duduk di sebelahnya.

Ditemui matakamera.net usai mengunjungi tempat tinggal Maya, wanita yang juga ketua Tim penggerak (TP) PKK Nganjuk ini mengaku akan berupaya untuk membantu biaya sekolah dan memastikan Maya bisa terus melanjutkan hingga lulus."Insya Allah kita upayakan agar di bantu biaya sekolahnya," ujar Bunda Ita.
Selain Maya, di hari yang sama Bunda Ita juga mendatangi keluarga Salwa Maulidya, balita penderita hidrosefalus di Kertosono

Dr.Masrukin, Kepala Puskesmas Kertosono menjelaskan, penyakit yang di derita Maya sangat kecil kemungkinan bisa disembuhkan. Upaya yang bisa dilakukan hanya memastikan kondisi penderita agar sering diolesi salep atau air di permukaan kulitnya saat mengering. "Penderita tidak merasakan gatal dan tidak sampai mengganggu aktivitasnya," ujar sang dokter.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Nganjuk Sugeng Budi Wiyono menambahkan, bahwa jajarannya akan memantau terus kesehatan siswa penderita kelainan kulit mengelupas bawaan sejak lahir ini, dan memastikan kondisinya stabil. "Karena secara medis tidak bisa disembuhkan, upaya kita meringankan saja agar tetap bisa beraktivitas," pungkas Sugeng.

Pada kesempatan yang sama, Rombongan ketua LPA Kabupaten Nganjuk juga mengunjungi balita  penderita Hidrosefalus atau pembesaran tempurung kepala, bernama Salwa Maulidya. Balita 1,5tahun itu tinggal bersama orangtuanya di Dusun Plaosan, Kecamatan Kertosono. "Memastikan sudah ditangani dengan baik dan di urus BPJS-nya," pungkas Ita usai memberikan tali asih di tempat tinggal Salwa.(ro/adv/ab)

(M. Roissudin)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname