Hari H Lebaran, Kendaraan Mengular di Kertosono, Wilangan, Simpang Guyangan dan Terminal Lama

nganjuk
Foto suasana kepadatan arus lalu-lintas di kawasan perempatan Terminal Lama, Nganjuk kota, diambil pada Rabu malam 6 Juli 2016 sekitar pukul 19.00 (matakamera/roissudin)
matakamera, Nganjuk - Tidak seperti H-7 hingga H-1 Lebaran yang relatif lancar, volume kendaraan pada hari H Lebaran di wilayah Nganjuk, Jawa Timur tiba-tiba mengalami peningkatan drastis. Hal ini memicu antrean panjang dan kemacetan di sejumlah titik, terutama di sepanjang jalur lintas provinsi mulai Kertosono sampai Wilangan. Peningkatan jumlah kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi itu terpantau sejak Rabu sore 6 Juli 2016 sekitar pukul 14.00.

Antrean panjang kendaraan antara lain tampak di simpang empat Mengkreng Kertosono, yang merupakan persimpangan jalan Jombang, Kediri dan Nganjuk. "Dari arah Jombang menuju Nganjuk terjadi antrean kendaraan sampai 3 kilometer," ujar Trisno, pemudik asal Jombang yang menggunakan mobil pribadi menuju Kebumen, Jawa Tengah.

Sementara di tengah kota, antrean panjang sekitar 3 kilometer juga terjadi di sisi timur lampu merah Terminal Lama, atau di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Sedangkan di persimpangan Guyangan, Kecamatan Bagor, petugas kepolisian yang mengatur lalu-lintas sampai harus memecah arus menggunakan sistem kanalisasi. Titik antrean panjang kendaraan terutama yang datang dari arah Jombang menuju Madiun, atau dari timur ke barat. "Arus kendaraan sudah kami pilah, sebagian lewat jalur utama dan lainnya lewat jalur alternatif yang sudah disiapkan," terang Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Christopher Adikara Lebang, di lokasi sekitar pukul 19.00 malam.

AKP Lebang bahkan menyebut, sejak sore hari antrean kendaraan di lampu merah Guyangan mengular cukup panjang, sampai meninggalkan ujung ekornya di jalan raya depan Mapolres Nganjuk. "Meskipun terjadi antrean, namun kami pastikan arus tetap bisa berjalan, tidak sampai macet total," kata sang kasatlantas.

Kondisi serupa juga dijumpai di jalur Kecamatan Wilangan, tepatnya di kawasan Dusun Awar-awar, Desa Mancon, di mana arus mudik dari timur sudah diarahkan melalui jalan alternatif, yakni dengan rute jalur pedesaan Sidokare-Awar-Awar.

Lebih lanjut AKP Lebang menjelaskan, bahwa sejak siang hari memang sudah terpantau indikasi peningkatan arus kendaraan. Pada hari H Lebaran ini, pihaknya menghitung peningkatan volume kendaraan mencapai 80 persen dari kondisi normal. Adapun penyebabnya disebut AKP Lebang antara lain karena efek kanalisasi arus di wilayah Jombang dan kontraflow di Mojokerto.(ro/ab)

(M. Roissudin)

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname