Penjarah Kayu Hutan Rejoso Tertangkap Tangan, Sempat Kabur Loncat ke Sungai

perhutani nganjuk
Gambar detik-detik penangkapan pelaku pencurian kayu di hutan milik Perhutani Nganjuk, di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, pada Selasa siang 1 November 2016 (matakamera.net/foto:istimewa)
matakamera, Nganjuk - Operasi tangkap tangan (OTT) ternyata juga bisa dilakukan di tengah hutan. Contohnya seperti kejadian Selasa siang 1 November 2016, ketika tim Polhut Perhutani Nganjuk dan anggota DPRD Nganjuk memergoki komplotan pencuri kayu jati di hutan Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur. Salah satu pelakunya berhasil dibekuk lengkap dengan barang bukti kayu curian dan motor pengangkut.
Yang mengejutkan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran di tengah sungai ketika si pelaku berusaha kabur dengan cara meloncat masuk sungai. Untungnya, laki-laki yang identitasnya masih diselidiki oleh petugas Polhut Perhutani Nganjuk itu segera bisa ditangkap kembali. "Sebenarnya ada dua pelaku dengan dua sepeda motor, tapi yang satu keburu kabur," ujar anggota DPRD Nganjuk Raditya Haria Yuangga, yang mengikuti proses penangkapan tersebut bersama Perhutani.

Menurut Angga, sapaan Raditya, siang itu sekitar pukul 13.00 dia bersama rombongan Perhutani sebenarnya hanya punya agenda meninjau lahan yang rencananya akan dibangun megaproyek Waduk Semantok, menggunakan dana APBN. Namun tak disangka, ketika mereka mengamati lahan di tepi sungai hutan setempat, tiba-tiba dari arah seberang muncul dua pemotor dengan mengangkut kayu-kayu curian yang sudah dipotong berbentuk balok.

Barang bukti kayu berbentuk balok sebanyak dua batang dan sepeda motor, berikut pelaku kemudian diserahkan oleh petugas Polhut kepada aparat kepolisian untuk diproses hukum.

Sementara itu, Wakil Administratur Perhutani Nganjuk Asep Setiawan menjelaskan, kayu curian itu diduga berasal dari pohon-pohon milik Perhutani yang berada di Petak 13 F kawasan hutan setempat. Menurut data Perhutani Nganjuk, wilayah hutan di Kecamatan Rejoso memang menjadi wilayah yang paling banyak terjadi aksi pembalakan liar. "Kami akan lebih meningkatkan patroli untuk menangkal aksi serupa kembali terjadi," pungkas Asep.(ab)
(Panji Lanang Satriadin)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname