Mensos Khofifah : Terapkan Manajemen Hulu-Hilir dalam Penanganan Bencana

mensos khofifah
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan HUT Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke-13 di Kepulauan Seribu, Kamis 24 Maret 2017. Hadir pula Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang mendapat pengahargaan bidang kebencanaan dari Kementerian Sosial (matakamera/foto : Biro Humas Kemensos RI)
Jumat 24 Maret 2017 | Edited by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Kepulauan Seribu - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) meningkatkan kepekaan dan kepedulian, terhadap upaya pencegahan bencana dengan menerapkan manajemen hulu dan hilir.

Hal tersebut disampaikan Mensos dalam sambutan pada Peringatan HUT Tagana ke-13 yang berlangsung di Lapangan Bola Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu, Jumat 24 Maret 2017. Tahun ini peringatan HUT Tagana mengangkat tema "Meningkatkan Kesadaran Bencana Kepada Masyarakat".

"Artinya begini, Tagana sudah sangat terlatih dalam penanggulangan bencana, sekarang kita perkuat kepedulian dalam pencegahan bencana. Jadi dari hulu mereka sudah terlibat, misalnya dalam hal kepedulian terhadap lingkungan. Untuk pencegahan kita bisa tanam mangrove, tanam terumbu karang, tanam pohon sebanyak-banyaknya sehingga hutan tidak gundul dan laut tidak abrasi," ujar Khofifah.

Menurutnya, sebelum bencana terjadi, ada upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Salah satunya seperti Bakti Sosial Tagana dalam rangka HUT Tagana yang berlangsung di Kepulauan Seribu kali ini.

khofifah
Mensos Khofifah saat memberikan arahan kepada para personel Tagana, 24 Maret 2017 (matakamera/foto : Humas Kemensos RI)
"Saya ajak Tagana menanam bibit pohon mangrove, penanaman rumput laut, penanaman terumbu karang, pembersihan lingkungan, serta pelepasan induk penyu sisik dan induk penyu hijau. Ini semata-mata agar kita juga mengambil langkah preventif di hulunya. Hulunya adalah rusaknya lingkungan dan daya dukung alam," terang Mensos yang menekankan setiap kegiatan Apel dan HUT
Tagana diisi dengan kegiatan tanam pohon dan bersih lingkungan.

Tagana merupakan relawan sosial terlatih yang berasal dari masyarakat, memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial. Jumlah personel di seluruh Indonesia pada 2016 mencapai 29.734 orang dan Sahabat Tagana sebanyak 600.000 orang.

"Tagana harus konsisten membantu dalam upaya pencegahan dari hulu. Ini karena kerusakan alam sudah sedemikian serius. Maka saya imbau lakukan semampunya upaya pencegahan dari hulu ke hilir. Mungkin koordinatornya bisa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tapi Tagana bisa turut mendukungnya dari lingkum terkecil, dari Kampung Siaga Bencana misalnya," terang Mensos.

Gugah Masyarakat Lewat Kampung Siaga Bencana

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Mensos juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap bencana melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) dan penguatan pengetahuan kebencanaan pada berbagai unsur masyarakat.

"Keberadaan Kampung Siaga Bencana di lokasi rawan bencana dimana Tagana sebagai fasilitatornya, sangat penting dan terbukti mampu menambah jangkauan Kementerian Sosial dalam mengembangkan pendekatan Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat," kata Mensos.
Jumlah Kampung Siaga Bencana di Indonesia saat ini mencapai 456 dan akan terus ditambah jumlahnya. Pada tahun 2017 ditargetkan akan ada 100 KSB lagi yang berdiri di berbagai wilayah rawan bencana.

khofifah
Peringatan HUT Tagana ke-13 di Kepulauan Seribu juga diisi dengan kegiatan penanaman mangrove dan pelepasan penyu di pantai (matakamera/foto : Humas Kemensos RI)
"Kampung Siaga Bencana di Kepulauan Seribu yang hari ini diresmikan merupakan pembentukan KSB pertama di tahun 2017. Mudah-mudahan dengan penguatan kebencanaan di tingkat masyarakat ini akan semakin meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana," paparnya.

Mensos mengungkapkan Indeks Resiko Bencana Indonesia mencatat ada 323 kabupaten/kota yang berpotensi tinggi atau rawan bencana alam. Sepanjang 2016 setidaknya ada 2.171 kejadian bencana di Indonesia dan berdasarkan data serta informasi bencana Indonesia jumlah korban meninggal mencapai 567 jiwa, 489 jiwa luka-luka, 2.770.814 mengungsi dan 23.628 unit rumah rusak ringan dan 5.750 unit rusak berat.

"Dari sederetan data itu saya harap dapat menjadi penguatan kita membangun kesetiakawanan, kepedulian, komitmen untuk saling melindungi dan memberikan layanan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana," kata Mensos.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pada 2017 ini Tagana merangkul kalangan jurnalis dari media cetak, online, televisi dan radio untuk dilatih menjadi Jurnalis Sahabat Tagana. Total terdapat 40 jurnalis dari 27 media nasional. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan dengan memberikan penguatan kepada jurnalis di berbagai wilayah di Indonesia.

"Para jurnalis adalah para komunikator dari proses upaya membangun komitmen kebersamaan, dan kepedulian, pada saat terjadi bencana alam dan bencana sosial. Maka kita rangkul mereka sebagai Sahabat TAGANA," pungkas Mensos.(ab/adv/hkms/2017)


Lihat : Profil Redaksi Media Online MATAKAMERA.NET

Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System