Doa Bersama dan Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Bumi Reog

Berbaju Warok-Ikat Kepala Putih, Suryo Alam dan Pepijar Nganjuk Ungkapkan Dukacita Mendalam


nganjuk
Anggota DPR-RI H.M. Suryo Alam Ak, MBA dengan baju khas Warok, menjadi pembina apel persada Pepijar Nganjuk, Ahad 2 April 2017, sebagai wujud rasa empati terhadap korban longsor di Kabupaten Ponorogo (matakamera/foto:ist)
Ahad 2 April 2017 | by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk -  Anggota DPR-RI H.M. Suryo Alam Ak, MBA ,bersama Paguyuban Pelestari Jaranan dan Reog (Pepijar) Nganjuk menggelar apel persada, sebagai wujud belasungkawa untuk para korban longsor di Kabupaten Ponorogo. Kegiatannya berlangsung di halaman Posko Pepijar Nganjuk, Jalan Imam Bonjol 54 Kertosono, Ahad pagi 2 April 2017.

Suryo Alam berdiri di depan sebagai pembina apel, sementara pesertanya adalah para anggota dan pengurus Pepijar Nganjuk, yang dipimpin oleh Budi Hariyono. Hadir pula sejumlah pengurus inti antara lain Ketua Dewa Pembina Pepijar Nganjuk DR. H. Luqman Surya.

Dalam arahannya, Suryo Alam berharap agar semua pihak secara sukarela menunjukkan rasa empati, untuk saudara para korban musibah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu pagi 1 April 2017 lalu. “Mari berdoa dan heningkan cipta sejenak, semoga keluarga para korban diberi ketabahan dan kekuatan, ” ujar anggota DPR dari Dapil VIII Jawa Timur tersebut.

nganjuk
Suryo Alam bersama para pengurus Pepijar Nganjuk yang kompak mengenakan kostum Warok dan pita kepala putih (matakamera/foto : ist)
Imbauan itu tidak hanya untuk para anggota dan pengurus Pepijar Nganjuk, tetapi secara luas disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk, sebagai tetangga dekat Kabupaten Ponorogo.  Ungkapan empati bisa ditunjukkan melalui doa, maupun penyaluran bantuan uang dan bahakn kebutuhan pokok lainnya. “Seperti hari ini, kami melakukan penggalangan dana untuk secepatnya disalurkan kepada para korban di lokasi,” ujar Suryo Alam.

Sebagai ungkapan rasa dukacita mendalam untuk musibah di Ponorogo, Suryo Alam dan seluruh peserta apel pagi itu sengaja mengenakan atribut seni tari reog, lengkap dengan pembawa topeng raksasa Singo Barong. Mereka juga memakai kain ikat kepala putih. “Kita peduli karena Ponorogo adalah tempat asal kesenian Reog, seperti halnya seni jaranan yang populer di Kabupaten Nganjuk,” paparnya.

Untuk diketahui, Pepijar Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk adalah paguyuban yang membawahi ratusan grup seni jaranan di Kota Angin. Di dalamnya juga termasuk grup seni tari reog, yang berasal dari Kabupaten Ponorogo. (ro/ab/adv/2017) 



Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System