Jombang Kaya Seni Budaya, Tapi Miskin Wadah

jombang
Ilustrasi pertunjukan ludruk, yang merupakan salah satu kekayaan seni budaya Jombang. Hingga kini, Kabupaten Jombang belum memiliki Gedung Kesenian sebagai wadah pengembangan seni budaya sejenis (matakamera/ist)
Rabu 31 Mei 2017 |
by Rifa'i Abror

matakamera, Jombang – Sampai saat ini, Kabupaten Jombang belum memiliki fasilitas gedung kesenian, sebagai wadah untuk melestarikan seni dan budaya yang merupakan identitas kultural setempat.

Hal ini membuat Dewan Kesenian Jombang (Dekajo) resah. Apalagi, belum tampak itikad Pemkab Jombang berencana mewujudkan terbangunnya gedung kesenian.

Ketua Dekajo Jombang Nanda Sukmana menyebut, hal itu kontradiktif dengan kekayaan seni budaya Jombang, seperti seni ludruk, tari remo, hingga gambus misri. “Sektor seni budaya kurang mendapat wadah, dan seolah-olah bukan milik masyarakat Jombang,” ucap pria yang juga dosen salah satu Kampus di Jombang tersebut.

Ketua Dekajo Nanda Sukmana (dok pribadi)
Menurut Nanda,  Gedung Kesenian merupakan wujud sebuah kota yang beradab, kendati bukan satu-satunya aspek.

Pihaknya berharap, Pemkab Jombang mengevaluasi program, dan sudah saatnya memberi perhatian lebih pada pengembangan seni budaya.“Kenyataannya sekaarang, yang dibangun gedung tenis indoor, seberapa besar manfaatnya? Prestasi tenis Jombang bagaimana? Berapa lapangan tenis di Jombang?,” kritik Nanda.

Berikutnya, jika usulannya mendapat respon Pemkab Jombang, maka pembangunan gedung kesenian juga harus dikawal. Misalnya, pemilihan akses lokasi tidak strategis dan representatif. “Pembangunannya juga tidak boleh asal-asalan,” ungkasnya.(abr/ab/2017) 

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname