Masih Ada di Nganjuk, Anak-Anak Harus Seberangi Sungai ke Sekolah

sungai
Sampai saat ini, para siswa dan guru asal Nganjuk harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah mereka di SDN Pojok Klitih III Jombang (matakamera/foto : dok.matakamera)
Selasa 2 Mei 2017 |
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Setahun berlalu sejak matakamera.net mengangkat cerita siswa sekolah dasar (SD) asal Dusun Kedungringin, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang harus menyeberangi sungai menuju sekolahnya.

Ternyata sampai saat ini kondisinya masih sama. Padahal, menurut informasi warga setempat, tahun lalu sudah ada pejabat Kabupaten Nganjuk hingga DPR-RI yang meninjau lokasi, sambil menjanjikan segera membangun jembatan.

Kampung anak-anak ini terpisah hutan dengan sekolah terdekat di wilayah Kabupaten Nganjuk. Karena itu, mereka mau tak mau harus bersekolah di SDN Pojok Klitih III, yang termasuk wilayah Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. "Jarak sekolah di Nganjuk jauh dan harus lewat hutan, jadi lebih dekat ke Jombang," ujar Agus, 40, warga Desa Pule, Kecamatan Jatikalen.

Menurut Agus, sungai yang sehari-hari harus dilewati anak-anak ini dengan beerjalan kaki bernama Sungai Beng. Sampai saat ini, belum ada akses jembatan yang dibangun untuk menghubungkan Kedungringin di sisi barat sungai dengan Dusun Pojok Klitih di sisi timur sungai.

Selain anak-anak SD ini, para guru yang tinggal di seberang sungai juga merasakan ‘petualangan’ yang sama setiap hari. “Sampai saat ini, baik anak-anak sekolah, guru dan warga menunggu dibangunnya jembatan,” ujar Agus.

Mereka sebenarnya menyadari bahaya yang mengancam karena setiap hari harus menyeberang sungai yang memiliki aliran air deras. Namun para siswa mengaku tak punya pilihan lain. Jika sungai banjir dan meluap mereka terpaksa bolos sekolah.

Tak hanya perjalanan para siswa ke sekolah yang memprihatinkan. Situasi belajar-mengajar di sekolah itu juga cukup memprihatinkan. Para siswa harus berbagi ruangan kelas untuk belajar karena SDN Pojok Klitih III hanya memiliki tiga ruangan kelas. Saat ini siswa kelas I sampai kelas VI berjumlah 19 siswa, seorang kepala sekolah, 4 guru PNS, 3 GTT, dan seorang penjaga sekolah. (ab/2017)


Lihat Profil Redaksi MATAKAMERA.NET

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname