Alhamdulillah, Warga Kampung Watudakon Nganjuk Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

nganjuk
Anggota DPR-RI DR. H Sareh Wiyono M, SH, MH, untuk pertama kalinya menyalakan lampu di teras rumah-rumah warga Kampung Watudakon, Desa Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, Sabtu sore 3 Juni 2017 (matakamera/foto : Panji LS)
Sabtu 3 Juni 2017 |
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Di era serba teknologi saat ini, rupanya masih ada sebuah kampung kecil di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang bahkan belum teraliri listrik. Kampung bernama Watudakon, di ujung utara Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso itu dihuni oleh 17 kepala keluarga (KK). Selama puluhan tahun mereka terbiasa hidup dalam gelap gulita.

Warga yang rata-rata petani hutan itu menghadapi masalah rumit, yang seolah mustahil dipecahkan. Pasalnya, rumah yang mereka tinggali berdiri di lahan Perum Perhutani KPH Nganjuk. Karena itu, PLN sebagai penyedia fasilitas listrik juga tak bisa serta-merta memenuhi harapan mereka.

nganjuk
Petugas saat memeriksa meteran listrik yang baru terpasang di dinding rumah-rumah warga Watudakon (matakamera/foto : Panji LS)
Kondisi itu akhirnya mengetuk hati Sareh Wiyono, Anggota DPR-RI asal Nganjuk. Usai turun langsung ke Kampung Watudakon beberapa waktu lalu, Sareh bergerak cepat membangun komunikasi dengan pihak Perum Perhutani dan Kantor PLN Nganjuk.

Gayung pun bersambut. Perhutani dan PLN ternyata langsung sepakat memberi lampu hijau. “Syukur Alhamdulillah, kini warga Watudakon bisa mewujudkan mimpi mereka selama puluhan tahun, untuk mendapatkan fasilitas listrik,” ujar legislator Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII tersebut.

nganjuk
Sareh Wiyono duduk membaur bersama warga Watukadon, memberikan pesan dan doa sambil menunggu waktu berbuka puasa, 3 Juni 2017 (matakamera/foto : Panji LS)
Puncaknya, pada Sabtu sore 3 Juni 2017, rumah-rumah warga Watudakon akhirnya bisa diterangi lampu dan teraliri listrik. Sareh sendiri yang turun, dan untuk pertama kalinya menyalakan satu-persatu lampu di teras rumah warga. Spontan warga bersorak dan bertepuk tangan ketika rumah dan halaman mereka menjadi terang benderang di malam hari.

Sejak mengabdikan diri sebagai wakil rakyat, Sareh yang mantan pejabat kehakiman itu memang dikenal gigih memperjuangkan nasib rakyat kecil. Lebih-lebih di daerah asal konstituen sendiri, serta tanah kelahirannya di Kabupaten Nganjuk. “Ini bagian dari tugas pengabdian. Selama ada niat dan upaya pasti diberikan jalan, seperti di Watudakon ini,” ujar wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

nganjuk
Sausana penuh sukacita tampak menjelang berbuka puasa bersama, dan penyalaan perdana listrik dan lampu di rumah-rumah warga Watudakon, oleh Sareh Wiyono (matakamera/foto : Panji LS)
Tak hanya ikut merasakan sukacita warga, sore itu Sareh juga duduk satu tikar dengan warga Watudakon, untuk berbuka puasa bersama. Mereka juga melakukan doa bersama, sebagai wujud rasa syukur karena bisa menikmati fasilitas listrik, di tengah ibadah Bulan Suci Ramadan. “Momentumnya menjadi semakin berkesan dan semoga menjadi berkah untuk semua,” ujar Sareh.

Agus, Ketua RT di Kampung Watudakon sore itu mengungkapkan perasaan bahagianya, ketika bersama warga melihat langsung penyalaan listrik pertama kali di kampung mereka. Dia bersyukur dengan hadirnya listrik, dan meyakini akan memberikan banyak manfaat dan meningkatkan taraf hidup mereka.

nganjuk
Sareh Wiyono berfoto bersama warga Watudakon, usai menyalakan listrik dan lampu-lampu di rumah mereka, Sabtu petang 3 Juni 2017 (matakamera/foto : Panji LS)
"Rasanya tidak cukup kami berterima kasih, atas jerih payah Bapak Sareh bersama PLN dan Perhutani. Ini sangat berarti bagi masyarakat, karena listrik adalah kebutuhan dasar bagi mereka semua," pungkas Agus.(ab/ads/2017)

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname