Demi Selamatkan Cucu, Seorang Kakek di Nganjuk Rela Korban Nyawa

nganjuk
Suasana proses pencarian tubuh Djasman, yang sempat hilang terseret arus Sungai Widas di Demangan, Tanjunganom, 17 Juni 2017. Djasman akhirnya ditemukan tak bernyawa pukul 14.00 WIB. (matakamera/ist)
Sabtu 17 Juni 2017 |
by Galang Gempur M

matakamera, Nganjuk – Peristiwa tragis menimpa Djasman, 65, seorang kakek asal Dusun Bandaralim, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk. Demi menyelamatkan cucu kesayangannya, yang terseret arus Sungai Widas di desa setempat, pria lansia ini harus kehilangan nyawa.

Insiden terjadi pada Sabtu 17 Juni 2017, sekitar pukul 13.15 WIB. Berawal saat sang cucu, Fahri, 10 tahun, bermain di pinggiran sungai setempat. Bersama teman sebayanya, Sani, dia memberanikan diri untuk berenang di Sungai Widas belakang rumahnya. "Ketika itu, Fahri ditemani Sani menyusul kakeknya di sungai," kata Kapolsek Warujayeng Kompol Edy Hariadi, saat dikonfirmasi.

Ketika sedang berenang itu, tiba-tiba Fahri hanyut terbawa arus sungai. Kejadian itu diketahui oleh Satirah, 55, warga Desa Senjayan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk yang saat itu berada di pinggir sungai.

Melihat ada anak tenggelam, Satirah spontan berteriak memanggil korban. Pasalnya Satirah tahu jika yang terbawa arus itu Fahri yang tak lain cucu korban. Nah, saat itulah korban langsung terjun ke sungai untuk menyelamatkan cucunya.

Ketika itu, Fahri bisa dibawa ke pinggir sungai oleh sangakek meski dengan nafas yang ngos-ngosan dimakan usia. Dimungkinkan karena kecapekan, korban akhirnya ikut tenggelam di sungai. Warga yang melihat drama penyelamatan ini segera melakukan pencarian secara manual, yakni berenang sambil menyelam.

Warga lainnya melapor ke perengakt desa setempat hingga diteruskan ke Polsek Warujayeng. Mendapat laporan, petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian membantu warga melakukan pencarian terhadap korban. Akhirnya, sekitar pukul 13.15 WIB, korban dapat diangkat dari dalam sungai.

"Jasad korban langsung dibawa di rumah duka untuk dilakukan visum luar. Karena keluarganya sudah merelakan kematiannya, akhirnya jasad korban kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkas Kompol Edy.(gal/ab/2017)



Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname