Mas Pringgo : Pemimpin Harus Berbudi Pekerti Luhur, Tak Cederai Wong Cilik

Pringgo Digdo Jati, atau akrab disapa Mas Pringgo, menunjukkan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Nganjuk 2018-2023, di Kantor DPC PDIP Nganjuk, 14 Juni 2017 (matakamera/ist)
Rabu 14 Juni 2017 |
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Menjelang Pilkada Nganjuk 2018, sejumlah sosok kandidat mulai bermunculan. Salah satunya yang mencuri perhatian, adalah pengusaha muda asal Bungur, Sukomoro, bernama Pringgo Digdo Jati.

Pringgo secara resmi mengambil formulir dan mendaftar sebagai bakal calon Bupati Nganjuk 2018-2023, melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Didampingi puluhan pendukungnya dan pekik ‘Merdeka!’, Pringgo dengan mengenakan peci hitam dan setelah kemeja hitam, mendatangi Kantor DPC PDIP Nganjuk di Jalan Raya Pehserut, Sukomoro, Rabu pagi 14 Juni 2017.

Pringgo langsung disambut oleh Ketua Panitia Pendaftaran Bacabup PDIP Nganjuk Sunaryo dan jajarannya, begitu tiba di Kantor DPC PDIP Nganjuk sekitar pukul 10.00. Sosok di balik suksesnya revitalisasi Gedung Balai Budaya dan Disbudparpora Nganjuk itu juga sempat berbicara di hadapan hadirin, terkait tekad bulatnya mendaftarkan diri sebagai bacabup.

nganjuk
Dari kanan ke kiri : Pringgo Digdo Jati, Desy Natalis Widya dan Marhaen Djumadi, mengambil formulir bacabup dan bacawabup di Kantor PDIP Nganjuk, Rabu 14 Juni 2017 (matakamera/ist)
“Saya tergerak dan siap bekerja. Ingin menjadikan Kabupaten Nganjuk lebih maju dari kondisi yang ada saat ini. baik dari taraf ekonomi masyarakatnya, maupun infrastuktur dan pembangunan berbasis kemasyarakatan,” ujar Pringgo.

Jiwa muda yang ada pada diri Pringgo menjadi modal dasar yang kuat, yang mampu membawa perubahan positif untuk Kabupaten Nganjuk. “Jika diberi kesempatan oleh PDIP maju sebagai calon bupati, saya siap bekerja dengan mengutamakan budi pekerti luhur,” ujar pengagum sosok Bung Karno ini.

Artinya, dalam setiap melaksanakan tugas, pikiran dan perbuatan harus selalu selaras. “Sehingga tidak mencederai kepercayaan masyarakat, terutama wong cilik,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada hari terakhir pengambilan formulir di Kantor PDIP Nganjuk, ada tiga nama lain yang juga datang, antara lain Marhaen Djumadi, Desy Natalia Widya, dan Soetrisno Rachmadi.(ab/adv/2017) 

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname