DPRD Desak Pemkab Tindaklanjuti Kasus Pengeroyokan Siswa SMPN 2 Ngoro

Foto kondisi korban pengeroyokan, dan foto saat orangtua melaporkan kasus pengeroyokan ke Mapolres Jombang (matakamera/dok)
Senin 16 Oktober 2017
by Rifa'i Abror

matakamera, Jombang - Belum ada titik terang atas kasus pengeroyokan yang di alami MRM (13) warga Desa Badang, Kecamatan Ngoro yang merupakan korban penganiayaan kakak kelasnya di SMP Negeri 2 Ngoro mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Salah satu perhatian muncul dari Faizuddin Fil Muntaqobat, Koordinator LSM Interest Jombang, Faiz  menegaskan peristiwa tersebut  merupakan contoh buruk bagi dunia pendidikan kita, karena menurutnya  pendidikan yang diharapkan bisa menuntaskan budi pekerti serta perilaku hari ini, ternyata faktanya lembaga pendidikan tersebut tidak mampu untuk mendidik dengan baik sehingga terjadi hal semacam itu terhadap peserta didik tersebut.

“Konsekuensinya adalah kepala sekolah harus bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut,” tegas Faiz.

Menurut Faiz,  Kepala Dinas Pendidikan Jombang seharusnya bisa memilih kepala sekolah yang  mampu memimpin guru beserta karyawan di sekolah tersebut, karena akan berimbas pada peserta didik. Menurut Faiz konsekuensi dari peristiwa tersebut adalah Kepala Sekolah harus di ganti karena menunjukkan kelemahannya karena teledor terhadap peserta didik.

“Karena  peristiwa ini terjadi di dalam sekolah maka itu adalah tanggung jawab penuh kepala sekolah, beda ketika peristiwa tersebut terjadi di luar sekolah,“ tambah Faiz.

Selain itu, peristiwa pengeroyokan itu juga mendapat perhatian dari  Syarif Hidayatulloh,  anggota Komisi D DPRD Jombang.

Gus sentot sapaan akrab Syarif Hidayatullah mendesak Pemkab  Jombang melalui Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti kasus tersebut dengan segera. “Harus ada tindakan tegas, agar tidak terulang kasus seperti ini,“ ujarnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ngoro Nur Cholis saat di konfirmasi melalui selulernya mengungkapkan, besok akan ada pertemuan antara wali murid dari pelaku dan korban beserta pendamping-pendampingnya . “Tadi saya sudah di panggil oleh Kepala Dinas Pendidikan, dan besok rencana ada penandatanganan rencana damai antara pihak korban dan pelaku, “ paparnya.

Menurut Nur Cholis, secara psikis pelaku takut, sampai ada yang pergi tanpa pamit karena trauma/

“Tanggung jawab sekolah adalah membangkitkan semangat untuk kembali ke sekolah serta  menyadarkan pelaku agar peristiwa tersebut tidak terulang,“ ujarnya.

Di tempat lain Beny Hendro Yulianto, SH yang merupakan kuasa pendamping dari pihak korban berpendapat, seharusnya perdamaian antara pihak korban dan pelaku yang sama-sama dibawah umur dilaksanakan di kantor kepolisian dan bukan di sekolah.

Ini mengingat, pihak keluarga korban sudah melaporkan secara resmi peristiwa pengeroyokan
tersebut kepada Kepolisian Resort Jombang.

AKP Wahyu Norman Hidayat selaku Kasat Reskrim Polres Jombang mengatakan, pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi peristiwa pengeroyokan tersebut,  “ sudah memeriksa saksi-saksi, besok memeriksa korban dan tunggu hasil Visum, baru kita gelarkan”. Pungkas Norman.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Jombang Budi Nugroho mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ngoro, dan mendengarkan laporan dan menyampaikan saran agar lebih arif menyikapi dan tidak menambah tindak kekerasan yang lain.

Pihaknya tetap melindungi semua siswa agar tidak terganggu proses belajar mengajarnya.(abr/ab/2017)


Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System