Elpiji 3 Kilogram Langka, Bupati Nganjuk Bilang Begini

nganjuk
gambar ilustrasi

Rabu 6 Juni 2018
Edited by Panji LS

matakamera, Nganjuk – Belakangan, gas elpiji kemasan 3 kilogram di wilayah Kabupaten Nganjuk mulai langka. Diduga, kelangkaan gas elpiji tersebut akibat ulah sejumlah spekulan. Akibatnya,  warga panik mencari elpiji 3 kg tersebut di agen maupun pengecer.

Sejumlah pengecer menyebutkan bahwa kelangkaan elpiji 3 kg atau ukuran kecil itu terjadi sejak sebelum bulan Ramadan. Hingga saat ini Ramadan sudah menginjak hari ke 15, elpiji 3 Kg masih sulit dicari.

Karyono, 45, salah seorang pengecer elpiji di Kecamatan Gondang, mengaku elpiji ukuran 3 kg itu sejak sebulan terakhir sudah habis. Bahkan, hinggga hari ini, belum ada pasokan dari agen maupun distributor. Jikapun ada hanya diberikan jatah 10 tabung elpiji setiap minggunya. Akibatnya, harga elpiji 3 kg di wilayah pinggiran Kabupaten Nganjuk bisa mencapai Rp 20 ribu.

“Dimana-mana agen dan pengecer elpiji 3 kg di Nganjuk ini tidak memiliki lagi stok dan semuanya kosong. Saya juga kurang paham kenapa bisa seperti ini,” ucap Karyono.

Hal senada diungkapkan Titin,42, pengecer elpiji 3 kg yang berada di tengah kota Nganjuk. Titin mengatakan, sudah sebulan terakhir ini, masyarakat di kawasan itu mencari kebutuhan gas elpiji 3 kg itu, tetapi stok gas elpiji selalu habis sejak sebelum Ramadan.

“Kalau pun ada gas tabung ukuran seperti itu, pedagang sudah menjualnya dengan harga antara Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung elpiji 3 kg, bahkan mungkin lebih,” katanya.

Lain halnya dengan Herlan, 56, pedagang di kios lainnya yang mengaku tidak lagi menjual gas ukuran 3 kg karena stoknya memang habis sejak beberapa hari ini.

Sejauh ini, belum ada keterangan dari Pertamina maupun dari Hiswana Migas Kabupaten Nganjuk terkait kelangkaan gas elpiji subsidi tersebut. Namun, warga Kabupaten Nganjuk, terutama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, mulai was-was terkait menghilangnya gas elpiji 3 kg tersebut.

Terkait kelangkaan elpiji 3 kg, Pj Bupati Nganjuk Drs Sudjono MM mengatakan Pemkab Nganjuk masih akan melakukan sidak lapangan serta berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap distribusi elpiji 3 kg. Sudjono juga mengatakaan jika pihaknya akan mencari penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di pasaran.

“Jika memang memungkinkan, Pemkab Nganjuk akan meminta Pertamina untuk melakukan operasi pasar elpiji 3 kg di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk,” papar Sudjono.

Hiswana Migas sempat Was-Was

Sementara itu, kabar kelangkaan gas elpiji dalam kemasan tabung 3 kilogram sempat membuat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) di daerah eks-Karesidenan Kediri khawatir.

Menjelang lebaran tahun ini, pihaknya langsung meninjau sejumlah lokasi penjualan tabung gas elpiji bersubsidi tersebut. Hasilnya, kondisi di lapangan, justru sebaliknya, stock tabung gas elpiji kemasan 3 kilogram masih aman.

Hiswana Migas Daerah Operasi (Daop) V Kediri menjamin bahwa stock elpiji di wilayah kerjanya dipastikan aman. Terlebih lagi, selama bulan Ramadhan maupun menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

Ketua Hiswana Migas Daop V Kediri David Tompo Iswahyudi mengakui jika beberapa waktu lalu sempat terjadi kelangkaan elpigi kemasan 3 kilogram di wilayah kerjanya. Yakni, Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Lantaran, di dua kabupaten tersebut telah terjadi lonjakan permintaan dari para pengusaha kue lebaran.

“Karena di Trenggalek dan Tulungagung saat itu terjadi lonjakan permintaan gas elpiji kemasan tiga kilogram, karena di sana banyak pembuat kue lebaran yang membutuhkan,” teranga David, Senin, 04 Juni 2018.

Hanya, kelangkaan tabung gas elpiji di dua kabupaten tersebut tidak berlangsung lama. Lantaran, pihak Daop V Kediri langsung mengkondisikan hingga distribusi tabung gas elpiji berangsur normal.

Untuk itu, Hiswana Migas terus melakukan monitoring dengan melibatkan para coordinator daerah (korda) tiap wilayah. “Khusus wilayah Kediri, dijamin tidak ada kelangkaan,” tegasnya.

Bahkan Hiswana Migas sendiri telah mengantisipasi timbulnya kelangkaan dengan menambah quota dropping gas elpiji kemasan 3 kilogram ke seluruh wilayah eks-karesidenan Kediri, meliputi Kabupaten/ kota Blitar, Kabupaten/kota Kediri, Nganjuk, Trenggalek, dan Tulungagung.

Untuk dropping tiap bulannya terhitung awal Ramadhan lalu, Kabupaten  Blitar 870 ribu tabung, Kediri 1,3 juta tabung, Nganjuk 794 ribu tabung, Trenggalek 425 ribu tabung, Tulungagung 897 ribu tabung, Kota Blitar 155 ribu tabung, dan Kota Kediri 360 ribu tabung.(ab/2018)

Anjukzone.com
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname