Diduga Dibunuh, Penjaga TPA Kedungdowo Nganjuk Tewas Bersimbah Darah

Aparat kepolisian Nganjuk dibantu TNI dan masyarakat sekitar, salah melakukan penyelidikan di sekitar TKP penemuan jenazah Joko, Jumat malam 31 Agustus 2018 (ist)

Sabtu 1 September 2018
by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Joko Kuswanto, pria 35 tahun yang sehari-hari bekerja menjaga kompleks tempat pembuangan akhir (TPA) Kedungdowo, Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala, Jumat malam 31 Agustus 2018.

Diduga kuat Joko merupakan korban pembunuhan. Namun, hingga kini pelakunya masih misterius dan kasusnya masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Nanjuk.

Menurut informasi yang dihimpun matakamera.net, Joko pertama ditemukan tak bernyawa di lantai depan tv area parkir TPA Kedungdow oleh Ladi, 51, tetangganya, sekitar pukul 19.30 WIB. Malam itu Ladi baru pulang dari sawah dan melintas dekat lokasi.


Baca juga : Tolak Hubungan Intim, Wanita Muda Dibunuh di Nganjuk


Tak lama kemudian, datang Sukoco, 30, rekan Joko ke TPA setelah sebelumnya pulang untuk mandi dan salat. Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan kepada Babinkamtibmas dan diteruskan ke Polsekta Nganjuk dan Polres Nganjuk.

Mendapat laporan, pihak kepolisian langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi.

Sementara barang bukti yang diamankan petugas antara lain, jaket warna abu-abu lengan panjang, celana blue jeans, sandal karet warna hitam, sandal jepit warna hijau, serta balok kayu panjang 40 centimeter, tebal 15 centimeter.

Turut diamankan pula kaos warna oranye, celana jean pendek warna biru, bekas botol sirup yang berisi sisa kopi, gelas air mineral berisi sisa kopi, remot tv, topi warna hijau, tikar pandan warna cokelat kombinasi hitam, rokok kretek berikut korek bensol, dan kaos tangan putih dua pasang.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta mengatakan, anggotanya langsung datang ke TKP begitu menerima informasi. Dari hasil pengembangan dan olah TKP, ditemukan kecurigaan kematian tidak wajar.

“Hasil visum luar dari petugas Rumah Sakit (RS) Bhayangkara ditemukan bekas penganiayaan menggunakan benda tumpul. Kami masih menyelidiki kasusnya,” kata Dewa di TKP, Sabtu dini hari 1 September 2018.

Usai olah TKP dan meminta sejumlah keterangan saksi, polisi mengevakuasi mayat ke RS Bhayangkara untuk kepentingan autopsi. Penyelidikan masih terus dilakukan dan untuk saat ini belum diketahui pasti motif penganiayaan yang menyebabkan kematian tersebut.

(ds/ab/2018)


Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname