Anggota DPR RI Suryo Alam Tekankan Empat Pilar untuk Jaga Keutuhan NKRI

Suasana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang disampaikan Anggota MPR/DPR-RI Mohammad Suryo Alam, di Gedung UDKP Loceret, Nganjuk, Jumat 1 Februari 2019 (ist)

Jumat 1 Februari 2019
by Panji Lanang Satriadin


matakamera, Nganjuk - Empat pilar kebangsaan tetap menjadi perisai ampuh, untuk menangkal ideologi asing yang memicu perpecahan.

Keempat pilar tesebut yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Empat pilar kebangsaan, harus terus dipegang teguh dalam kehidupan bernegara. Dengan begitu, kita akan terlindung dari paparan ideologi yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI," kata Anggota MPR/DPR-RI Mohammad Suryo Alam Ak, MBA, saat mensosialisasikan empat pilar kebangsaan di depan ratusan warga di Gedung UDKP Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jumat 1 Februari 2019.

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan, Indonesia memiliki empat pilar yang bertujuannya supaya negara tidak mudah terpecah-belah, dan keutuhan NKRI tetap terjaga.

Suryo Alam mengamati, masyarakat Nganjuk sebenarnya sudah bisa mengamalkan nilai empat pilar kebangsaan dengan baik. Yakni, mampu menjaga suasana aman, damai, dan guyub rukun menjelang Pemilihan Umum serentak 17 April 2019 mendatang.

“Pencapaian positif ini harus dipelihara dan diteruskan,” ujar politisi yang kini duduk di Komisi X DPR-RI tersebut.

Anggota MPR/DPR-RI H. Mohammad Suryo Alam, Ak.,MBA., mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VIII meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten-Kota Madiun, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten-Kota Mojokerto (dok)  

Suryo juga menyampaikan, sosialisasi ini menjadi salah satu tugasnya sebagai MRI-RI, untuk selalu memperbarui pengetahun kita dalam berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut Suryo Alam menjelaskan, bahwa Warga Negara Indonesia perlu diberikan pemahaman empat pilar kebangsaan secara terus-menerus, agar dalam menghadapi masa depan bangsa ini akan semakin tegak dan kokoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menuju cita-cita proklamasi.

Kebebasan berpendapat menandai lahirnya demokrasi di era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Karena itulah, perlu diberikan pemahaman empat pilar secara terus-menerus. MPR RI sebagai lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945," imbuh alumnus Hull University of England tersebut.

Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, lanjut Suryo, dipandang sebagai sesuatu yang harus dipahami oleh para penyelenggara Negara bersama seluruh masyrakat dan menjadi panduan kehidupan politik, menjalankan pemerintah, menegakan hukum, mengatur perekonomian dan berbagi dimensi kehidupan bernegara dan berbangsa lainya.

Dengan pengamalan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, diyakini bangsa Indonesia akan mampu mewujudkan diri sebagai bangsa yang makmur, sejahtera dan bermartabat.

Di akhir pertemuan yang dihadiri sekitar 200 orang tersebut, doa dipanjatkan agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan.

(ds/ab/ads/2019)




Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname