Lebih Menguntungkan, Petani Nganjuk Tanam Kedelai sebelum Bawang Merah

(ist)

Rabu 21 Agustus 2019
by Panji LS


matakamera, Nganjuk
- Kementerian Pertanian (Kementan) RI tahun 2019 ini sedang memacu perluasan tanam untuk kedelai, demi mewujudkan swasembada yang ditargetkan di tahun 2020.

Karena itu, Kementan mendukung petani di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memanfaatkan lahan yang biasanya ditanam bawang merah untuk ditanami kedelai.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jendral Tanaman Pangan, Kementan, Amiruddin Pohan di Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019 mengatakan, pemerintah bercita-cita kedelai bisa swasembada di tahun 2020.

Sebagai bukti keseriusan tersebut, tahun ini program bantuan budidaya kedelai ditargetkan 1 juta hektare. Amiruddin juga mengupayakan peningkatan produktivitas, pemanfaatan areal yang kosong, maupun peningkatan indeks pertanaman.

Seperti halnya lahan bawang merah di Nganjuk yang juga ditanami kedelai.

Menurut Amiruddin, bawang merah yang ditanam setelah kedelai, biasanya memerlukan tambahan pupuk lebih sedikit dibandingkan dengan bekas tanaman padi.

Oleh karena itu, penanaman kedelai sebelum bawang merah sangat menguntungkan bagi petani, karena terjadi efisiensi biaya input produksi dan nilai jual bawang merahnya pun tinggi.

Hal yang cukup menarik, lanjut Amiruddin, terjadi ketika penebas bawang merah selalu menanyakan tanaman sebelumnya. Jika bekas tanaman kedelai, maka nilai jual bawang merah lebih tinggi dibandingkan jika bekas tanaman padi.

Karena itu, Amiruddin berupaya mendorong terus semangat petani untuk menanam kedelai. Tantangan selanjutnya, membenahi sistem tata niaganya.

Untuk diketahui, Kabupaten Nganjuk terkenal sebagai salah satu sentra produksi padi dan kedelai di Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga merupakan salah satu produsen bawang merah di Indonesia.

Di Kabupaten Nganjuk sebagian besar pola tanam setahun di lahan sawah adalah padi – kedelai – bawang merah, sedangkan sebagian kecil pola tanamnya adalah padi – bawang merah – bawang merah atau bawang merah – bawang merah.

Karena manfaat ganda tersebut, petani selalu menanam kedelai sebagai tanaman penyela di antara padi dan bawang merah.

Terkait hal ini, Subono, Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo dari Desa Banaranwetan, Kecamatan Bagor, Nganjuk mengatakan, petani di Banaranwetan sebagian besar menanam kedelai setelah padi dan sebelum menanam bawang merah.

Menurutnya, manfaat dari pola tanam ini, kedelai akan menyuburkan tanah karena di perakaran kedelai ada bakteri rhizobium, yang mampu mengikat nitrogen bebas di udara. Bahkan, Subono menyebut, produksi bawang merah setelah kedelai hitung-hitungannya pada luasan 1/7 hektare bisa mencapai sekitar 3 ton.

Ia menyebutkan ada beberapa keuntungan dari pola tanam ini. Produksi bawang merah setelah pertanaman kedelai ini umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan bawang merah yang ditanam setelah panen padi, yakni selisih sekitar 2,2 ton per hektare.

Jika biasanya produksi bawang merah tanpa didului kedelai sekitar 20 ton per hektare, maka setelah ditanam kedelai hasilnya bisa sampai 22,2 ton per hektare.

Di samping produksinya lebih tinggi, imbuhnya, rendemen bawang merah yang ditanam pada areal bekas tanaman kedelai pun lebih tinggi dibandingkan dengan rendeman bawang merah yang ditanam setelah padi.

(ds/ab/2019)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname