Enam Siswa MI Ngluyu Keracunan Sate Usus

Sejumlah korban saat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ngluyu, Rabu 11 September 2019 (foto : Kodim Nganjuk)

Rabu 11 September 2019
by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Warga di Desa Ngluyu, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, digemparkan peristiwa keracunan massal, yang menimpa enam orang siswa Madrasah Ibtida’iyah (MI) Desa Ngluyu, Rabu siang 11 September 2019.

Penyebabnya diduga dari jajanan aate usus, yang dibeli dan dikonsumsi para korban saat jam istirahat sekolah.

Pasi Intel Kodim 0810/Nganjuk Kapten Inf Suwoto mengatakan, berdasarkan laporan anggota Babinsa setempat, peristiwa keracunan makanan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Para siswa sekolah tersebut memiliki kebiasaan membeli makanan atau jajanan pada penjual makanan keliling, berupa sate usus.

Setelah kembali masuk kelas untuk mengikuti pelajaran, sejumlah siswa mendadak merasa mual-mual, pusing, lalu muntah.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan membawa para korban ke Puskesmas Ngluyu untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak sekolah juga memanggil para orang tua masing-masing siswa. Usai hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Ngluyu , ada enam korban yang dinyatakan keracunan makanan sate usus yang dibeli dari penjual keliling, yang diduga sudah kedaluwarsa.

Adapun keenam siswa MI Desa Ngluyu yang menjalani perawatan medis antara lain :

1. Rofitul Rohimah(7 tahun),asal Desa Gampeng, rawat jalan.
2. Ashfi (7 tahun ) Desa Ngluyu,rawat inap.
3. Melsi Kiah ( 7 tahun) asal Ds.Ngluyu,rawat inap.
4. Nabila (7 tahun), asal Ds.Gampeng, rawat inap.
5. Hafia (7 tahun) asal Ds.Lengkonglor, rawat inap.
6. Ahmad Muhidazin (7 tahun) asal Ds.Tempuran, rawat inap.

(ds/ab/2019)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname