29 Pengungsi Wamena asal Nganjuk Tiba di Kampung Halaman

Petugas Tagana Nganjuk saat menjemput dan mendata para pengungsi Wamena, saat baru tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ahad 6 Oktober 2019 (foto : Tagana Nganjuk)

Selasa 8 Oktober 2019
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Sebanyak 29 warga asal Kabupaten Nganjuk yang mengungsi dari Wamena, Jayapura, Papua, karena ada kerusuhan telah tiba di kampung halaman pada Ahad malam, 6 Oktober 2019.

Rombongan pengungsi itu dijemput dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, oleh tim Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak ( Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk dan satgas Kemanusiaan Peduli Papua, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinsos PPPA Nganjuk, Nafhan Thohawi, yang memimpin tim penjemputan mengatakan, puluhan perantau asal Nganjuk itu dijemput setelah menempuh perjalanan laut dari Jayapura.

Para pengungsi sempat ditampung sementara di Kantor Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk (foto : Tagana Nganjuk)

Menurut Nafhan, dalam melayani para pengungsi, Dinsos menurunkan Tagana untuk pelayanan konsumsi, pengantaran ke kampung halaman, dan trauma healing.

"Tempat asal para pengungsi ini tersebar. Ada yang dari Kertosono, Ngronggot, ada juga yang dekat dengan Nganjuk kota," ujar Nafhan.

Bagi warga yang jarak rumahnya dekat dari Kantor Dinsos PPPA, malam itu juga langsung diantar ke rumah masing-masing. Sedangkan yang rumahnya jauh, akan diinapkan sementara di rumah singgah Dinsos PPPA Nganjuk.

M. Agus Fatkhurozi, salah seorang pengungsi mengatakan, dia baru tiga bulan bekerja di toko grosir sembako, yang ada di Wamena.

Begitu juga dengan para pengungsi asal Nganjuk lainnya, yang rata-rata bekerja di toko di Kota Wamena. Mereka ada yang baru bekerja dua minggu, hingga enam bulan sebelum peristiwa kerusuhan terjadi.

"Satu minggu perjalanan naik kapal laut. Alhamdulillah akhirnya sampai dengan selamat di Nganjuk. Kami terpaksa pulang kampung karena suasana di sana memang sangat mencekam," ujar Agus.

Dia dan rekan-rekannya mengaku masih memiliki keinginan untuk kembali ke Wamena. Namun, waktunya belum bisa dipastikan, karena menunggu susaana aman dan kondusif kembali.

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname