Liput Pengaduan Pelanggan PLN Nganjuk, Belasan Wartawan Dihalang-halangi

Ketegangan sempat terjadi saat petugas keamanan kantor PLN Nganjuk melarang para wartawan untuk meliput, Rabu 9 Oktober 2019 (foto : Dito)

Kamis 10 Oktober 2019
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Para wartawan di Kabupaten Nganjuk sempat berencana melaporkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke polisi. Hal ini sebagai respons atas tindakan manajemen PLN area Nganjuk, yang menghalang-halangi wartawan saat hendak melakukan peliputan, Rabu 9 Oktober 2019.

Saat itu, belasan jurnalis dari berbagai media, dihalangi oleh Satpam PLN saat hendak masuk ruang pelayanan pengaduan.

Insiden pelarangan ini berawal sekitar pukul 16.25 WIB. Saat itu, Tantowi Efendi, 50, warga Perumahan Asofa blok A no 04 Tempel Wetan, Loceret, akan melakukan pengaduan, karena mengalami pemadaman listrik selama 10 hari, tanpa alasan yang jelas. Ia datang bersama sejumlah wartawan.

Namun, saat akan memasuki pintu utama kantor PLN, mereka dicegat oleh satpam bernama Wawan, dan melarang para wartawan untuk masuk. Padahal, saat itu wartawan yang akan melakukan peliputan sudah sesuai prosedural, yakni bertanya ke pihak PLN, harus menemui siapa.

Bahkan salah satu karyawati bernama Yeyen, juga ikut-ikutan menghalangi wartawan. "Ruang pelayanan publik mempunyai privasi," kata karyawati tersebut.

Atas kejadian tersebut, para wartawan sepakat akan mengambil sikap dengan berencana melapor ke penegak hukum Polres Nganjuk. Pernyataan tersebut disampaikan wartawan Radar Nganjuk Reky dan Sukadi dari media online anjukzone.com.

"Saya merasa kecewa dengan kejadian ini, atas sikap yang ditunjukkan pihak PLN kepada wartawan yang meliput," kata Reky.

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan organisasi profesi wartawan seperti PWI, IJTI, dan AJI untuk mendiskusikan rencana pelaporan ke Polres Nganjuk.

Hal senada juga disampaikan Sukadi. Menurutnya, pelarangan atau menghalangi kerja wartawan yang melakukan tugas merupakan tindakan menyalahi aturan, yakni UU Pers no 40 1999. "Saya sangat kecewa dengan kejadian ini," kata Sukadi.

Belakangan, pada Kamis 10 Oktober 2019, Manajer Kantor PLN Nganjuk Wicaksono buka suara.

Setelah melalui pertemuan kedua belah pihak, Wicaksono mewakili manajemen PLN Nganjuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para wartawan Nganjuk.

Sekaligus, memberikan klarifikasi perihal aduan Tantowi, yang diputus aliran listrik rumahnya secara sepihak.

Berikut ini video klarifikasi Wicaksono, Area Manager PLN Nganjuk, di depan awak media :






Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname