Saluran Irigasi Tersumbat Bangunan, Petani Rejoso Luruk Pemilik Cafe

Massa petani Desa Ngangkatan dan Talang, Rejoso, saat memasang poster dan spanduk protes di atas saluran irigasi, dekat bangunan Kafe Arni milik Putut Subagyo, Jumat 14 Februari 2020 (foto : Bagus) 

Jumat 14 Februari 2020
by Panji Lanang S

matakamera, Nganjuk - Puluhan petani dari Desa Ngangkatan dan Desa Talang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, ramai-ramai mendatangi lokasi bangunan kafe alias rumah makan "Arni", yang berada di Jalan Raya Rejoso-Gondang, Desa Ngangkatan, Jumat pagi 14 Februari 2020, sekitar pukul 08.00 WIB.

Mereka memprotes pemilik kafe, yang secara sepihak mendirikan bangunan gorong-gorong yang tersambung dengan akses parkir permanen, di atas saluran irigasi persawahan milik petani.

Dalam aksi tersebut, massa petani juga membawa sejumlah poster dan spanduk, yang ditancapkan di area saluran irigasi yang tersumbat.

Isinya, berupa ungkapan kekesalan petani yang merasa dirugikan, dan terancam gagal panen akibat ulah pemilik kafe. Antara lain, "Pemda tutup mata, bersekongkol dengan seorang pengusaha, petani jadi korban". Mereka juga menyebut pemilik kafe sebagai penyerobot tanah negara.

Kepala Desa Talang, Suparlan, yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, warga memprotes bangunan kafe di atas saluran irigasi milik pemerintah.

Kades Talang, Suparlan, yang ikut dalam aksi demo petani (ist)

"Dampaknya petani dirugikan. Saluran air mampet dan mengancam sawah warga. Kami mendesak pemilik kafe membongkar bangunan itu, dan menyesuaikan kembali lebarnya seperti semula," ucap Kades Suparlan.

Menurut Kades Suparlan, yang berada di lokasi bersama Kades Ngangkatan Lasto Utomo, terdapat lebih dari 1 hektare sawah petani di sekitar kafe yang terdampak langsung.

"Sawah yang baru ditanami padi rusak, karena kena genangan air, dari luberan drainase sungai yang tersumbat," imbuhnya.

Ia juga khawatir, jika sewaktu-waktu hujan deras, maka dampaknya akan meluas ke puluhan hektare sawah petani di Desa Ngangkatan dan Desa Talang.

Massa petani di lokasi aksi juga memberikan peringatan kepada pemilik kafe, jika tidak segera membongkar bangunan tersebut, maka warga akan membongkarnya paksa.

Di ujung aksi, perwakilan petani menemui pemilik kafe, Putut Subagiyo, dengan didampingi oleh Camat Rejoso Puguh Harnoto dan Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin.

Sementara itu, Putut Subagyo pemilik Kafe Arni kepada wartawan mengatakan, pihaknya pada dasarnya menyambut positif dengan tuntutan petani, dan saat ini sudah mulai membongkar bangunan gorong-gorong.

Hanya saja, untuk melebarkan sungai seperti sebelumnya, dia mengaku masih perlu melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait.

Putut Subagyo, pemilik Cafe Arni Rejoso

"Semuanya bisa dibicarakan baik-baik, dimusyawarahkan. Kalau keputusannya dibongkar yang saya setuju saja dibongkar. Saya sebenarnya kenal dengan warga semua, jadi kalau seperti ini ya malu juga sebenarnya," ujar Putut.

Dia mengaku juga akan mematuhi arahan dari Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, yang sudah mendatangi kafenya beberapa hari lalu. Selebihnya, Putut juga mengaku terkait izin bangunan kafenya kini masih dalam proses pengurusan.
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname