Bupati Nganjuk Kembangkan Pertanian 4.0

Bupati Nganjuk Nov Rahman Hidhayat saat melihat lahan pertanian organik di Kecamatan Gondang pada Juni 2019 lalu (foto : dok. pribadi)

Kamis 15 Agustus 2019
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk menerapkan pertanian 4.0.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menerima Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

Bupati Novi dalam keterangan pers Kamis 15 Agustus 2019 menyampaikan, Menteri Pertanian sangat mendukung rencana Pemkab Nganjuk untuk mengimplementasikan smart farming 4.0 di Nganjuk. Bahkan, Bupati Novi menyebut Menteri Amran berkenan hadir dalam peresmiannya pada September nanti.

Sebagai bentuk dukungan, Kementan akan memberikan bantuan berupa bantuan benih unggul, traktor, mesin pengering, serta pendampingan teknologi.

Menurut Bupati Novi, Menteri Pertanian memastikan program ini akan dikawal dengan baik oleh jajaran Kementan di level bawah.

Lebih lanjut Bupati Novi mengatakan, pihaknya mendorong implementasi pertanian 4.0 di Nganjuk dengan mengedepankan pertanian berbasis teknologi. Harapannya, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat produksi, serta meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian.

Dia juga telah menyampaikan kepada Menteri Amran, bahwa Pemkab Nganjuk akan membangun resi gudang, untuk mengakomodasi hasil pertaninan di Nganjuk. Tujuannya, menjaga kestabilan harga dan menjaga kualitas dari produksi itu sendiri.

Sebagai proyek percontohan, Pemkab Nganjuk akan menyiapkan lahan pertanian dengan luasan 500 hektare. Melalui proyek percontohan ini, perlahan pola pikir petani wilayah Nganjuk dapat berubah dari tradisional menjadi modern.

Bupati Novi ingin mengajak petani berubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Dia selalu mengkampanyekan dan memberi contoh kepada petani, bahwa penerapan pertanian tradisional akan semakin sulit karena buruh tani berkurang dan biayanya juga semakin mahal. Sehingga, akhirnya petani mulai berpikir bahwa pertanian modern memungkinkan mereka menggarap lahan lebih luas dengan biaya lebih murah.

Rencana penerapan pertanian 4.0 di Nganjuk sejalan dengan program pemerintah yang saat ini sedang aktif mendorong modernisasi pertanian. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, modernisasi pertanian digiatkan melalui penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian, mulai dari tahapan perbenihan, cara tanam, hingga pengolahan hasil.

Saat berdialog dengan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, 6 Agustus 2019 lalu, Presiden Jokowi meminta pemda mengarahkan para petani untuk tidak lagi mengolah lahan secara manual.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan, Kementan sudah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, eksavator, dan bulldozer untuk daerah-daerah yang memiliki lahan-lahan luas.

Mengafirmasi pernyataan Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dalam 4,5 tahun terakhir pemerintah telah melaksanakan pengadaan alsintan dalam jumlah besar dan menetapkan visi mekanisasi pertanian modern.

Ini merupakan upaya mekanisasi untuk mempercepat cara kerja petani, menggugah anak muda kembali ke pertanian, dan meningkatkan produksi pangan kita secara luar biasa.

Menteri Amran menyebut, pada 2014, level mekanisasi pertanian hanya 0,14. Sedangkan pada 2018 kemarin meningkat signifikan menjadi 1,68.


(ds/ab/2019)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname