Selasa 16 Juni 2026NGANJUK, matakamera.net – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Nganjuk diwarnai kegiatan khataman Al-Qur’an serentak yang digelar di seluruh masjid dan musala, Selasa (16/6/2026.
Kegiatan tersebut juga melibatkan musala sekolah tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA, baik negeri maupun swasta. Sedangkan untuk siswa SD/MI pada umumnya mengadakan kegiatan khataman di ruang kelas karena belum punya musala.
Gerakan yang diinisiasi Perkumpulan Gerakan Masyarakat Nganjuk Mengaji (Gema Ngaji) itu menjadi upaya membumikan bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Koordinator Gema Ngaji
H. Ibnu Hajar mengatakan, momentum tahun baru Islam dipilih untuk mengajak masyarakat memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui kegiatan khataman bersama.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar membumikan bacaan Al-Qur’an di Kabupaten Nganjuk. Kami ingin semangat mengaji semakin tumbuh dan menjadi budaya di masyarakat,” ujar Ibnu Hajar.
Dalam pelaksanaannya, Gema Ngaji mendapat dukungan dari sejumlah tokoh penghafal Al-Qur’an yang tergabung dalam Majelis Suro, di antaranya H. Moh. Romli Al Hafidz, K. Sulhah Al Hafidz dan K. Misbachul Munir al-Hafidz.
Ibnu Hajar menjelaskan, sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya telah menghadap Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi untuk menyampaikan program gerakan tersebut. Pertemuan berlangsung di ruang Pringgitan Pemkab Nganjuk pada Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, Bupati Marhaen menyambut positif gagasan tersebut dan menilai program khataman Al-Qur’an serentak memiliki nilai strategis dalam memperkuat kehidupan religius masyarakat.
“Pak Bupati sangat tertarik dan merespons baik program ini. Bahkan beliau langsung menjadikannya sebagai program Pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan nama Gerakan Nganjuk Mengaji,” terangnya.
Bupati Marhaen Djumadi juga menginginkan kegiatan khataman Al-Qur’an tidak berhenti pada peringatan 1 Muharam tahun ini saja. Ke depan, program tersebut direncanakan menjadi agenda rutin tahunan setiap Tahun Baru Islam dan dapat diperluas pada momentum-momentum tertentu lainnya.
“Gerakan Nganjuk Mengaji ini tidak hanya dilaksanakan sekali. Ke depan akan menjadi agenda tahunan setiap 1 Muharam dan juga pada hari-hari tertentu,” ujar Marhaen.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Gerakan Nganjuk Mengaji diharapkan mampu menjadi wadah syiar Islam sekaligus memperkuat tradisi membaca Al-Qur’an di seluruh pelosok Kabupaten Nganjuk. Program tersebut juga diharapkan mampu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan, masjid, musala hingga komunitas keagamaan.
Rif/Pas/2026



0 komentar:
Posting Komentar