![]() |
| Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat bagian seragam gratis ke siswa |
Tak hanya menyediakan kain seragam dan perlengkapan sekolah, Pemkot juga memberikan subsidi ongkos jahit sebesar Rp300 ribu untuk setiap siswa.
Penyaluran bantuan tersebut ditinjau langsung oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun di SMPN 3 Kota Madiun, Senin (2/11/2026).
Pemkot menargetkan seluruh bantuan bisa segera diterima siswa dalam waktu sepekan.
Bagus mengatakan, program tersebut menyasar total 5.368 siswa baru. Rinciannya, sebanyak 2.242 siswa tingkat SD, sedangkan sisanya merupakan siswa jenjang SMP.
"Pastinya berupa seragam sekolah dan perlengkapan. Yang kedua, ongkos jahit Rp300.000," ujar Bagus saat meninjau penyaluran bantuan.
Menurut Bagus, pemberian subsidi ongkos jahit sengaja dilakukan untuk memberikan ruang bagi orang tua siswa agar bisa memesan seragam langsung kepada penjahit lokal. Dengan begitu, program bantuan pendidikan tersebut sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Kota Madiun.
"Ya, harus lokal. Mesakne (kasihan)," tegasnya.
Bagus berharap bantuan tersebut tidak sekadar meringankan beban pengeluaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. Lebih dari itu, program seragam gratis diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Harapannya, siswa ini semangat sekolah, orang tuanya juga tambah semangat. Pastinya saya yakin tingkat kehadiran sekolah nanti bisa naik," ungkapnya.
Di sisi lain, Bagus tidak menampik realisasi pembagian seragam tahun ini mengalami keterlambatan dari jadwal yang diharapkan. Salah satu kendalanya terjadi pada proses pengadaan melalui mekanisme lelang. Mulai dari minimnya peserta lelang hingga persoalan pemenuhan standar kualitas kain menjadi tantangan dalam proses tersebut.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Agus Purwo Widagdo menjelaskan, proses distribusi terus dikebut. Pihaknya menargetkan seluruh kain seragam sudah sampai di sekolah-sekolah dalam satu hingga dua hari ke depan.
Sedangkan bantuan ongkos jahit sebesar Rp300 ribu per siswa akan disalurkan melalui rekening Bank Jatim. Pencairannya ditargetkan paling lambat dalam tujuh hari ke depan.
"Ya, harapannya nanti minggu kedua November sudah bisa terpakai," kata Agus.
Keterlambatan distribusi tahun ini juga menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan. Agus memastikan mekanisme pengadaan untuk tahun anggaran 2027 akan diperbaiki, terutama dari sisi perencanaan dan waktu pelaksanaan.
Pemkot berencana memajukan proses penganggaran dengan memasukkannya dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pada triwulan kedua atau sekitar Juni–Juli. Langkah tersebut diharapkan membuat pengadaan seragam bisa diselesaikan sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga siswa tidak lagi harus menunggu terlalu lama untuk menerima bantuan.
Adapun anggaran pengadaan kain seragam sekolah tahun ini mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Sementara alokasi subsidi ongkos jahit mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Dengan total anggaran sekitar Rp3,1 miliar, program ini diharapkan mampu membantu kebutuhan pendidikan sekaligus menggerakkan ekonomi penjahit lokal di Kota Madiun.
Rif/Pas/2026

0 komentar:
Posting Komentar