Kader Perindo Nganjuk Ramai-Ramai Mundur, Langsung Gabung Hanura

perindo nganjuk
Deretan mantan kader Partai Perindo Nganjuk yang sudah memakai seragam baru mereka sebagai kader Partai Hanura Nganjuk, Sabtu 14 Juli 2018 (ist)

Sabtu 14 Juli 2018
by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Puluhan kader Partai Perindo Kabupaten Nganjuk ramai-ramai mengundurkan diri dari keanggotaan partai, pada Sabtu 14 Juli 2018, atau 3 hari menjelang penutupan pendaftaran bacaleg di KPU Nganjuk.

Bahkan, ada beberapa anggota partai terpaksa mencabut sebagai bakal calon legislatif di tingkat Kabupaten Nganjuk, periode pemilu 2019.

Proses pengunduran diri dilakukan dalam bentuk aksi pencopotan baju dan pengembalian kartu tanda anggota (KTA) Partai Perindo, di depan Kantor DPD Partai Perindo, Jalan Kartini, Kecamatan Nganjuk, Sabtu siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

Herry Widianto, salah satu anggota Partai Perindo Kabupaten Nganjuk menyampaikan, surat pengunduruan diri yang dibacakan di hadapan publik sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap Ketua dan Sekretaris Perindo DPD Kabupaten Nganjuk. Surat Pengunduran diri yang ditanda-tangani 11 orang tersebut juga menyebut pembatalan sebagai bakal calon legislatif Kabupaten Nganjuk lewat Partai Perindo.

“Pengunduran diri ini sengaja kami lakukan tanpa ada tekanan dari pihak manapun dan kami lakukan secara sukarela,” ujar Herry yang sempat ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk yang baru.

Menurut Herry, pengunduran diri sebagai anggota Partai Perindo Kabupaten Nganjuk dikabarkan akan terus bertambah. Mereka sudah lama ingin keluar dari keanggotan Partai Perindo lantaran tidak puas terhadap kepengurusan di DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk.

Sebenarnya, sejak 2 Juni 2018 lalu, Ketua Partai Perindo Aries Sukariono menyepakati/reorganisasi sementara Ketua Partai Perindo DPD Kabupaten Nganjuk, para anggota kembali tenang. Dan ditunjuk sebagai ketua yang baru adalah H. Heri Widianto. Namun, setelah mendekati akhir jadwal pendaftaran bakal calon legistif di KPUD Nganjuk, nama dan Sekretaris Perindo DPD Kabupaten Nganjuk masih yang lama.

Rombongan eks-kader Perindo Nganjuk melakukan aksi copot seragam dan kartu anggota partai lama mereka, Sabtu 14 Juli 2018 (ist)

“Maka kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap ketua dan sekretaris sehingga mundur dari keanggotaan,  dengan mecopot baju dan menyerahkan kembali kartu tanda anggota partai,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Erni Astutik, SE, Wakil Ketua Bidang Sosial Ekonomi DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk, bermula dari rasa tidak percaya lagi terhadap pimpinan dan sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk, memilih keluar dari kepengurusan. Bukan hanya mundur sebagai pengurus partai, Erni Astutik juga mundur dari pencalegan.

“Nama saya ada dalam SK, karena saya sudah menyatakan mundur sebagai pengurus partai otomatis saya juga mengundurkan diri dari pencalegan,” terang bacaleg Partai Perindo yang rencananya berangkat dari Dapil 2 ini.

Dikonfirmasi terpisah, Aries Sukariono membantah bila dirinya mengundurkan diri sebagai Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk.

Bahkan mengklaim dirinya, hingga sekarang masih berstatus sebagai ketua dan mendapat legalitas dari DPP Partai Perindo sebagai syarat pendaftaran pencalegan periode pemilu 2019 di KPUD Nganjuk.

“Sampai sekarang ketuanya masih saya, bahkan sudah mendapat legalisir dari DPP,” ucapnya ditemui di Kantor KPUD Nganjuk.

Gabung Hanura karena Dinilai Mampu Tampung Aspirasi

Setelah menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua dan Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Nganjuk dan mundur dari keanggotaan, puluhan anggota langsung hijrah ke Partai Hanura.

Para mantan kader Partai Perindo itu diterima langsung oleh Ketua DPC Partai Hanura Nganjuk Raditya Haria Yuangga di kantornya, Jalan Wachid Hasyim, Nganjuk bersama sejumlah pengurus Partai Hanura yang lain.

Mereka menyatakan masuk menjadi anggota Partai Hanura, dan empat orang langsung mendaftar sebagai Bacaleg periode pemilu 2019 untuk berbagai daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Nganjuk.

“Kami pada prinsipnya membuka diri kepada semua anggota masyarakat yang ingin bergabung dengan Partai Hanura, dan secepatnya akan dibuatkan kartu tanda anggota. Empat orang yang mengajukan sebagai bakal calon legislatif dapat kami terima semua, kebetulan di beberapa Dapil masih ada bakal calon yang masih kosong,” terang Yuangga.

Sri Sulityowati, salah satu mantan anggota Partai Perindo yang bergabung dan mendaftar sebagai Bacaleg di Partai Hanura Kabupaten Nganjuk menyampaikan, karena mosi tidak percaya yang ditujukan kepada Ketua dan Sekretaris DPD Partai Perindo. Sehingga, ia bersama beberapa anggota yang lain, berbondong-bondong masuk Partai Hanura dan mendaftar sebaga bakal calon legislatif

“Karena kami sudah tidak percaya lagi dengan ketua dan sekretaris DPD Partai Perindo Nganjuk, maka saya keluar dan bergabung dengan partai Hanura dan mendaftar sebagai calon legislatif,”  terang Bacaleg di Dapil 3 ini.

Mengapa harus Partai Hanura yang menjadi pilihannya? Sri Sulistyowati  berpendapat, Partai Hanura merupakan salah satu partai yang dapat menampung aspirasinya sama-sama berjuang demi rakyat Nganjuk. Selain itu, merupakan partai yang telah berkembang dengan bagus didukung pengurus dan anggotanya rata-rata dari kalangan muda.

“Sangat tepat kalau saya milih Partai Hanura, karena partainya sudah mapan dan berjiwa muda,” tegas bakal calon wakil rakyat yang akan berlaga di dapil Kertosono, Ngronggot dan Prambon ini.

(ds/ab/2018)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname