Ahad 18 Oktober 2026KOTA MADIUN, matakamera.net – Peringatan dua tahun kinerja DPRD Kota Madiun masa jabatan 2024–2029 dimeriahkan pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Bangun Kayangan, Sabtu (17/10/2026) malam.
Pentas tersebut bukan sekadar hiburan bagi masyarakat. Di balik kisah pewayangan yang sarat filosofi, terselip pesan tentang pentingnya membangun daerah dengan hati nurani, perencanaan yang matang, serta kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, perjalanan dua tahun lembaga legislatif tidak lepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat. Termasuk kritik serta saran yang menjadi bahan evaluasi bagi anggota dewan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Armaya menyampaikan apresiasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), sesama anggota DPRD, lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK), lurah, camat, hingga seluruh masyarakat yang selama ini turut mendukung kinerja legislatif.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Madiun, kami mengucapkan terima kasih kepada Plt Wali Kota, Forkopimda, OPD, rekan-rekan DPRD, LPMK, lurah, camat, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung kami selama dua tahun ini,” ujar Armaya.
Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat maupun masukan dari pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, hubungan legislatif dan eksekutif harus dibangun melalui komunikasi terbuka dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Armaya menegaskan, sinergi antarlembaga tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kerja sama tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan dan program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Terima kasih atas kritik dan masukan masyarakat. Semua itu untuk kebaikan kami, terutama dalam menjalankan tugas sebagai wakil masyarakat Kota Madiun. Harapan kami, ke depan sinergi antara eksekutif, legislatif, Forkopimda, dan instansi vertikal semakin kuat,” terangnya.
Armaya juga mengingatkan bahwa integritas harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan kebijakan. Kepentingan masyarakat mesti ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan agar pembangunan berjalan sesuai harapan.
Menurut Armaya, pemilihan lakon Semar Bangun Kayangan sejalan dengan pesan tersebut. Kisah pewayangan itu diharapkan menjadi pengingat bahwa membangun daerah membutuhkan ketulusan, tanggung jawab, serta keberanian mengutamakan kepentingan rakyat.
“Dalam membangun daerah, kepentingan masyarakat harus diutamakan. Kebijakan juga harus berintegritas agar masyarakat bisa bahagia, pembangunan berjalan dengan baik, dan Kota Madiun semakin bermartabat,” ungkapnya.
Selain menjadi momentum refleksi kinerja, pagelaran wayang kulit tersebut sekaligus menegaskan komitmen DPRD dalam melestarikan seni dan budaya Jawa. Armaya berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan melibatkan dalang lokal maupun nasional sehingga kesenian tradisional tetap hidup dan memberikan ruang bagi pelaku seni untuk berkembang.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi konsistensi DPRD dalam mendukung pelestarian budaya melalui pagelaran wayang kulit. Menurut dia, kegiatan semacam itu memiliki manfaat lebih luas karena mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Keberadaan pagelaran budaya, lanjut Bagus, turut membuka peluang bagi pedagang di sekitar lokasi acara untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Dengan demikian, pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan upaya mendukung perekonomian warga.
“Saya senang karena DPRD konsisten menjaga seni dan budaya. Setiap tahun ada pagelaran wayang, dan harapannya tahun depan tetap dilaksanakan. Kegiatan seperti ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama para pedagang,” kata Bagus.
Bagus juga menilai kritik dan masukan DPRD selama dua tahun terakhir menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan pemerintahan. Pemerintah kota membutuhkan fungsi pengawasan dan saran dari legislatif agar kebijakan yang dirumuskan semakin tepat sasaran.
Her/Pas/2026
Home
Berita
dprd
Regional
Wayang Kulit Semarakkan Dua Tahun Kinerja DPRD Kota Madiun, Lakon Semar Bangun Kayangan Tekankan Pembangunan Berpihak ke Rakyat
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 komentar:
Posting Komentar