Banyak Pohon Raksasa Tumbang di Puncak Wilis. Pertanda Apa?

sungai gunung wilis
Penampakan pohon raksasa yang tumbang di area puncak Gunung Wilis
matakamera, Nganjuk – Tim penjelajah gunung-hutan dari Perhutani Kediri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, pada pertengahan Januari 2016 lalu melakukan ekspedisi menembus hutan lebat di sekitar puncak Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mereka menelusuri jalur bekas kebakaran hutan hebat, yang melanda pada musim kemarau lalu. Hasilnya, di ketinggian hutan Wilis terdapat enam titik potensial penyebab banjir bandang dan longsor. 30 orang anggota tim memulai perjalanan lewat jalur hutan Singokromo, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Di lokasi ini terdapat sungai besar yang bersumber dari mata air Gunung Wilis, dan kerap terjadi banjir bandang karena banyak batang pohon tumbang dan semak-semak yang menyumbat aliran air. “Banyak batang-batang pohon yang hanyut lalu melintang di saluran sungai,” kata Ektavianto, salah satu peserta jelajah kepada matakamera.net. Fokus penyisiran tim gabungan di titik ini berada di petak 25 kawasan hutan setempat, yang juga dialiri Sungai Singokromo. Berikutnya, penyisiran bersambung ke aliran Sungai Pawon Sewu di hutan petak 27 hingga Sungai Kuncir hulu di hutan petak 29 dan petak 30. Tim menemukan fenoemna mengejutkan, di mana banyak batang pohon berukurana raksasa tumbang. Seperti pohon Tlitih raksasa berdiameter 350 sentimeter dan panjang 15 meter yang roboh dalam posisi melintang badan Sungai Singokromo. Berikutnya juga ditemukan potongan kayu pinus yang sebagian hangus sebanyak 20 batang yang hanyut dan mengendap di saluran sungai Singokromo. Di Sungai Pawon Sewu tim juga menemukan 8 pohon besar jenis nangka, suren dan alpukat yang sudah miring karena sebagian akarnya tercabut, dan sewaktu-waktu bisa tumbang menutup aliran sungai. Terakhir di Sungai hulu Kuncir, sebatang pohon beringin raksasa dengan panjang keliling batang 681 sentimeter dan tinggi 20 meter juga tumbang dan melintang sungai. Beberapa warga lokal dan orang tua di pedukuhan setempat, membaca pesan mistis bahwa fenomena itu terkait dengan pertanda kejatuhan orang besar atau sosok penting di Nganjuk. Namun tim relawan penjelajah punya pendapat lain.“Ini pertanda awal terkait kerawanan bencana banjir bandang dan longsor. Semua pihak harus waspada selama musim hujan ini,” kata Ekta.(ab)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname