Gerak Cepat Kang Marhaen: Aksi Warga Miren Berbuah Empat Perbaikan Jalan Sekaligus

Rabu 4 Februari 2026

NGANJUK, matakamera.net - Aksi protes kreatif warga Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, yang menanami jalan rusak dengan pohon pisang, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Tanpa menunggu waktu lama, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Nganjuk turun langsung meninjau lokasi, Rabu (4/2), sekaligus membawa solusi konkret bagi warga.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang memastikan keluhan warga terkait jalan rusak yang sudah berlangsung bertahun-tahun mendapat penanganan serius dan menyeluruh.

Bahkan, dalam dialog terbuka yang berlangsung hangat bersama warga, Kang Marhaen langsung memutuskan langkah besar dengan menginstruksikan perbaikan empat titik jalan sekaligus.

Empat segmen yang menjadi prioritas penanganan yakni ruas Jalan Miren–Blimbing, perbaikan total gorong-gorong Miren yang jebol, akses jalan Dusun Mukuh–Miren, serta ruas Mukuh–Banjaranyar.

Total panjang penanganan diperkirakan mencapai sekitar 800 meter yang menjadi jalur vital bagi mobilitas warga, khususnya pelajar dan petani.

“Minta satu saya kasih empat,” ujar Kang Marhaen yang langsung disambut tepuk tangan dan antusiasme warga yang hadir.

Tak hanya memberikan janji, Kang Marhaen juga menetapkan langkah kerja yang terukur dan cepat. Ia memastikan tim teknis dari Dinas PUPR langsung turun melakukan survei pengukuran pada Kamis (5/2/2026) pukul 09.00 WIB.

Penetapan jadwal tersebut disampaikan langsung di hadapan warga sebagai bentuk komitmen transparansi pemerintah daerah.

Menurutnya, proses pengerjaan fisik ditargetkan bisa dimulai pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. Target utamanya, sebelum Hari Raya Idul Fitri, akses jalan di Dusun Miren sudah kembali mulus dan nyaman digunakan masyarakat.

“Dua minggu puasa harus sudah selesai, supaya saat Lebaran jalan sudah enak dipakai warga,” tegasnya.

Meski menghadapi tantangan berat berupa pemangkasan anggaran daerah dari pemerintah pusat sebesar Rp275 miliar, Kang Marhaen menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.

Ia memastikan anggaran untuk perbaikan jalan di Dusun Miren tetap berjalan dengan melakukan pengalihan dari pos belanja lain yang dinilai kurang mendesak.

Menanggapi aksi protes warga yang sempat viral, Kang Marhaen justru menunjukkan sikap terbuka dan bijak. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang perlu didengar, bukan dianggap sebagai tekanan terhadap pemerintah.

“Pemimpin itu telinganya harus lebar, matanya harus tajam. Kalau ada aspirasi warga, ya kita dengarkan. Oke, los, kita gaspol,” ujarnya dengan gaya santai khasnya.

Respons cepat yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk ini berhasil meredakan ketegangan yang sebelumnya muncul. Warga Dusun Miren yang sempat berencana melakukan aksi boikot pembayaran pajak kini justru memberikan apresiasi atas kehadiran langsung pemerintah daerah yang dinilai sigap, solutif, dan tanpa birokrasi berbelit.

Langkah cepat Kang Marhaen ini sekaligus menjadi bukti bahwa komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat mampu melahirkan solusi nyata, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Rif/Pas/2026
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Comments System