Esai Religi : Memuliakan Tamu

ilustrasi
gambar : ist
Satu bulan yang lalu, kami dikabari akan ada keluarga jauh yang datang bersilaturrahim ke rumah kami di Kota Batu, Jawa Timur. Tentu kami sangat gembira, karena tamu yang akan datang ini belum pernah mampir ke rumah kami selama ini. Padahal, kami sudah tinggal di Batu selama 31 tahun.Sebagai tuan rumah yang baik, sebagaimana yang dianjurkan oleh Agama Islam, maka kita hendaknya memuliakan tamu, seperti dalam hadis Nabi SAW yang artinya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya yaitu jaizah-nya. Para shahabat bartanya, apa yang dimaksud dengan jaizah itu? Rasulullah menjawab: jaizah itu adalah menjamu satu hari satu malam (dengan jamuan yang lebih istimewa dibanding hari yang setelahnya). Sedangkan penjamuan itu adalah tiga hari adapun selebihnya adalah shadaqah.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam Fathul Bari’ hadits no. 6135). Atas dasar itu maka kami berusaha sedapat mungkin dapat menyenangkan tamu kami, selama mereka menginap di rumah kami.Kami mencari tahu, apa yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak sukai. Akhirnya, kami mendapat bocoran bahwa tamu kami sangat suka dengan jajanan tradisional gethuk lindri. Ketika hari kedatangan tamu itu tiba, maka yang pertama kami cari sebagai suguhan istimewa ya jajan yang terbuat dari singkong itu. Pagi-pagi saya sudah mengajak suami dan anak keluar untuk membelinya. Tapi sungguh diluar dugaan, semua toko jajanan basah yang kami tanya mengatakan sudah habis.Mendapati kenyataan seperti itu, badan langsung lemas karena saya sudah terlanjur bilang kepada calon tamu, akan membuat kejutan dengan makanan kesukaannya. Karena hari sudah agak siang, akhirnya saya pulang dengan membeli jajan seadanya dengan harapan semoga mereka suka. Lima menit setelah kami sampai rumah, kami lebih dulu kedatangan tamu tetangga di kampung. Mereka tampak membawa tas kresek dan memberi kepada saya sebagai oleh-oleh mereka jalan-jalan pagi.Rasanya ya aneh saja, ketika saya terima karena bertahun-tahun kami bertetangga tidak pernah terjadi seperti itu. Setelah basa-basi mereka langsung pamit. Tak disangka, ketika saya buka isi kresek itu ternyata isinya gethuk lindri, seperti yang saya harapkan.Subhanallah!Keinginan saya dan keluarga untuk memuliakan tamu ternyata diridhoi oleh Allah dengan mengirim jajan yang saya ingin suguhkan melalui orang lain, tanpa diduga-duga. (kiriman : Elfrida Iriyani Rosihan, Guru Pendidikan Agama Islam SD di Kota Batu, Jawa Timur)
malang
foto pengirim
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname