Unik dan Meriahnya Pawai Takbiran di Nganjuk, 'Walisongo' Pun Ikut Parade Lampion

nganjuk
Salah satu kelompok peserta pawai takbir keliling Nganjuk mengenakan kostum karakter Walisongo, sambil membawa lampion berwarna-warni, 5 Juli 2016 (matakamera/roissudin)
matakamera, Nganjuk - Malam menjelang Idul Fitri 1437 Hijriyah, 5 Juli 2016, menjadi malam yang berkesan bagi masyarakat Nganjuk, Jawa Timur. Terutama, saat ribuan orang dari berbagai elemen tumpah ruah di jalanan, untuk mengumandangkan takbir dan mengikuti pawai akbar yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah setempat. Para peserta pawai tampil dengan beragam kesenian dan kostum mulai dari parade lampion, mobil hias hingga kostum-kostum unik hasil rancangan sendiri.

Dimulai sekitar pukul 20.00, pawai diberangkatkan langsung oleh Forum Pimpinan Daerah Nganjuk yang terdiri dari Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari hingga Ketua Pegadilan Negeri Nganjuk. ribuan peserta berasal dari berbagai unsur mulai perwakilan sekolah-sekolah, perwakilan desa/keluarahan hingga kelompok organisasi kemasyarakatan. Dengan atraksi gema takbir yang disuguhkan masing-masing, mereka berpawai menyusuri jalan-jalan protokol kawasan kota, dimulai dari kompleks Pendopo Pemkab Nganjuk. "Selain Forpimda, seluruh kepala SKPD, kepala sekolah dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat kami undang semua," kata Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Nganjuk Abdul Wakid.

Beberapa kelompok peserta pawai takbir tampak menampilkan suguhan unik seperti kostum hasil rancangan sendiri yang penuh pernik dan warna-warni. Peserta lainnya yang cukup menyita perhatian adalah kelompok parade 'Walisongo'. Puluhan orang tampil dengan kostum jubah dan surban serba putih, mirip karakter tokoh sembilan orang wali jujungan umat Muslim di tanah Jawa. Sebagai penanda, mereka juga mengenakan kain selempang hijau bertulisan nama-nama tokoh Walisongo seperti Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Kalijogo, dan seterusnya.

Mereka juga membawa lampion berwarna-warni dan tidak berhenti mengumandangkan takbir, selama menempuh rute pawai sepanjang sekitar 10 kilometer. (ro/ab)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname