Mensos Khofifah Sidak Pusat Distribusi Bantuan Pangan di Jawa Timur

khofifah
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memeriksa paket bantuan pangan di Bulog Mojokerto, Surabaya Utara dan Surabaya Selatan, pada Ahad 5 Februari 2017 (matakamera/foto : Biro Humas Kemensos RI)
Ahad, 5 Februari 2017 

matakamera, Sidoarjo - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan isnpeksi mendadak (sidak) ke Pusat Distribusi Bantuan Pangan atau Distribution Center, Bulog Sub Divre Mojokerto dan Sub Divre Surabaya utara dan Surabaya Selatan, Ahad 5 Februari 2017. Kunjungan mendadak ini untuk melihat persiapan maksimalisasi distribusi bantuan pangan non-tunai.

"Distribution Center ini harus siap melakukan pelayanan secara maksimal karena pada dasarnya tahun ini semua kota di Jawa Timur telah menerapkan Bantuan Sosial Nontunai," terang Mensos.

Distribution Center adalah Pusat Distribusi Komoditi Pangan bentukan Bulog yang akan menyalurkan bahan pangan ke agen-agen Rumah Pangan Kita (RPK), e-Warong KUBE PKH dan agen-agen HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara). Distribution Center merupakan format baru dalam persiapan distribusi Bantuan Pangan yang menyiapkan beras kemasan 5 kilo dengan varian beras kualitas medium dan super, serta gula dan tepung untuk penerima bantuan pangan.

khofifah
Melalui program bantuan pangan, masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas
Di Jawa Timur, lanjut Mensos, sejumlah kota telah siap dalam penyaluran bantuan pangan yakni Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Blitar. Sementara sebagian wilayah di Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Sidoarjo telah siap dalam penyaluran bantuan pangan nontunai.

"Kini saatnya masyarakat kurang mampu diberi opsi untuk memilih beras. Melalui bantuan pangan maka pilihan masyarakat untuk mendapatkan beras berkualitas menjadi terbuka. Mereka bisa membeli beras, telur, tepung terigu dan gula sesuai saldo yang ada di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing," jelas Khofifah.

Mensos Juga Beberkan Keunggulan Layanan e-Warong 

Selain sidak ke Distribution Center, Khofifah juga mendatangi e-Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama-Program Keluarga Harapan (e-Warong KUBE PKH) di Kampung Kemasan RT 04/RW 02, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

khofifah
Kunjungan ke Jawa Timur di hari Ahad juga dimanfaatkan Mensos untuk mengecek layanan e-Warong 
Di e-Warong ini, Mensos memeriksa ketersediaan bahan pangan yang dijual serta melihat proses pencairan bantuan pangan oleh dua penerima manfaat, yakni Ibu Siti Latifah dan Ibu Mujayanah. Keduanya membeli beras, gula dan minyak goreng menggunakan uang yang mereka terima melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Mereka menerima top-up Rp110.000 per bulan bantuan pangan dari pemerintah, yang ditransfer ke rekening mereka. Dengan uang tersebut, penerima manfaat dapat membeli bahan pokok sesuai kebutuhan, bisa berupa beras, gula, tepung atau telur. Sisa uang yang ada di dalam saldo mereka bisa gunakan berbelanja besok, minggu depan atau bulan depan. Jadi uangnya tidak hilang, bisa diakumulasikan dengan bulan berikutnya," terang Khofifah.

Dikatakan Mensos, Kota Mojokerto merupakan satu dari 45 kota yang sudah melakukan penyaluran bantuan sosial nontunai dan pengintegrasian bansos melalui KKS. Saat ini terdapat 7.733 e-warong, agen bank berbasis toko sembako, dan Rumah Pangan Kita (RPK) berbasis agen yang telah siap mencairkan konversi subsidi pangan menjadi bantuan pangan.

Memasuki tahun 2017, Bantuan Pangan menjangkau 45 Kota dan 6 Kabupaten, sementara Subsidi Pangan atau rastra tetap dilaksanakan  di  463 kabupaten/kota.(ab/Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI)

Editor : Panji Lanang Satriadin

Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System