![]() |
| Warga Dusun Jabon mengumpulkan kupon undian usai mengikuti takbir keliling malam Idul Fitri 1447 H |
Warga dusun setempat masih larut dalam kenangan kebersamaan, saat mengikuti takbir keliling berhadiah di malam Idul Fitri, Jumat 20 Maret 2026 lalu.
Takbir keliling berhadiah di Dusun Jabon bukan sekadar tradisi. Tetapi sebuah wadah kebersamaan yang terus dijaga selama hampir dua dekade.
Warga dari berbagai usia tumpah-ruah ke jalan, berjalan kaki mengelilingi kampung sambil mengumandangkan takbir, ditemani cahaya obor yang menari di kegelapan.
Ada daya tarik yang membuatnya dinanti-nanti, yakni ratusan hadiah doorprize yang disiapkan bagi peserta. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam kebersamaan.
![]() |
| Tokoh masyarakat Dusun Jabon, H. Ibnu Hajar |
Bukan sekadar merayakan kemenangan, tetapi juga merasakan kebahagiaan sederhana yang dibangun dari gotong royong dan semangat berbagi.
Tokoh masyarakat Jabon, H. Ibnu Hajar, menjadi sosok di balik tradisi ini. Ia menginisiasi kegiatan tersebut sejak 18 tahun lalu.
Awalnya, ia prihatin melihat anak-anak yang lebih memilih berkumpul di pinggir jalan hingga larut malam tanpa kegiatan yang bernilai, bahkan kerap diwarnai permainan petasan. Dari keresahan itu, lahirlah gagasan takbir keliling yang dikemas menarik dengan hadiah undian.
“Saya ingin anak-anak punya kegiatan yang lebih bermakna saat malam takbiran. Dengan takbir keliling dan hadiah, mereka jadi semangat ikut, sekaligus belajar nilai-nilai keagamaan,” ujar Ibnu Hajar.
![]() |
| Warga gembira mendapatkan hadiah undian takbir keliling |
Hadiah-hadiah yang dibagikan pun sebagian besar berasal dari dana pribadi.
Meski belakangan mulai mendapat dukungan dari warga, semangat awal kegiatan ini tetap sama, yakni membangun atmosfer religius yang menyenangkan bagi generasi muda.
Menariknya, tradisi ini juga pernah menjadi ajang silaturahmi bagi kalangan pendidikan di Kabupaten Nganjuk. Hadir dalam tradisi tersebut para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Nganjuk, Kepala SMPN, Kepala SMAN/SMKN di Kabupaten Nganjuk.
Hal ini karena H. Ibnu Hajar pernah menjabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
Tak heran jika dulu kegiatan ini kerap dihadiri para pejabat pendidikan, mulai dari kepala sekolah hingga jajaran dinas, menjadikan takbir keliling bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga ruang temu lintas komunitas.
Kini, setelah 18 tahun berjalan, takbir keliling berhadiah di Dusun Jabon bukan sekadar tradisi tahunan. Ia telah menjelma menjadi identitas kampung.
Sebuah cara sederhana namun kuat untuk menjaga nilai, merawat kebersamaan, dan menyalakan cahaya keimanan dari generasi ke generasi.
Tak heran jika dulu kegiatan ini kerap dihadiri para pejabat pendidikan, mulai dari kepala sekolah hingga jajaran dinas, menjadikan takbir keliling bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga ruang temu lintas komunitas.
Kini, setelah 18 tahun berjalan, takbir keliling berhadiah di Dusun Jabon bukan sekadar tradisi tahunan. Ia telah menjelma menjadi identitas kampung.
Sebuah cara sederhana namun kuat untuk menjaga nilai, merawat kebersamaan, dan menyalakan cahaya keimanan dari generasi ke generasi.
Rif/Pas/2026



0 komentar:
Posting Komentar