Polisi Bekuk Sindikat Pil Koplo di Loceret Nganjuk, Sita BB 10.300 Butir

dobel L Nganjuk
Detik-detik saat tim reserse berpakaian preman yang dipimpin Iptu Pujo menghadang bandar narkoba jenis pil koplo, Selasa 7 Februari 2017 di wilayah hukum Polsek Loceret, Nganjuk (matakamera/foto:reskrim-loceret)  
Selasa, 7 Februari 2017  |   by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Unit Reserse Kriminal Polsek Loceret, Nganjuk, Jawa Timur, patut diacungi jempol. Pada Selasa sore 7 Februari 2017, mereka berhasil melakukan operasi tangkap tangan seorang pria, yang diduga sebagai bandar narkoba jenis pol koplo alias dobel L.

Identitas pelaku adalah Ali Rosidi, 37 tahun, asal Desa Gondang, Kecamatan Pace. Pria ini tak berkutik ketika satu regu polisi berpakaian preman menghadangnya di tengah jalan, ketika sedang bermotor melintasi kawasan persawahan Kecamatan Loceret, sekitar pukul 15.30 WIB.

Regu polisi dipimpin Kanit Reskrim Polsek Loceret Iptu Pujo Santoso langsung menggeledah Ali dan isi jok kendaraannya. “Dari tangan pelaku (Ali), kami dapatkan barang bukti paket pil dobel L,” ujar Iptu Pujo, mewakili Kapolsek Loceret AKP M Sudarman. Sore itu juga, Ali bersama barang bukti kejahatannya langsung diamankan di Mapolsek Loceret.

Tersangka Ali (baju merah) saat diinterogasi di Mapolsek Loceret berikut barang bukti pil koplo yang disita dari tangannya (matakamera.net)
Penangkapan bandar ini merupakan pengembangan kasus setelah polisi meringkus seorang pengedar bernama Ibnu Yahrul alias Ahong, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, beberapa hari lalu. Dari tangan Ali dan  Ahong, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak total 10.300 butir pil koplo, plus uang tunai sisa transaksi sebesar Rp 837 ribu.

 Baca jugaAngka Kriminal dan Kecelakaan di Nganjuk Turun, Narkoba Masih Rawan

”Yang bersangkutan (Ali dan Ahong) ditetapkan sebagai tersangka, dan kami tahan di Polsek Loceret,” tukas Pujo. Menurut perwira dua balok emas ini, peredaran narkoba memang menjadi salah satu prioritas jajarannya untuk diberantas. Ini karena dampaknya sangat merusak bagi generasi muda, khususnya di wilayah Nganjuk. (ab)
Editor : Panji Lanang Satriadin

Baca juga : Disperindag Pemkab Nganjuk Jagonya Pencitraan

Lihat profil Redaksi Matakamera Nganjuk
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname