Rumah Roboh di Bajulan Nganjuk, Pasangan Lansia Tertimpa Puing

nganjuk
Kondisi rumah pasutri lansia Surip dan Wakiran yang rata dengan tanah, Jumat pagi 24 Februari 2017. Kades Bajulan Madin sempat memeriksa kondisi Wakiran yang terluka akibat reruntuhan rumahnya (matakamera/foto : ist) 
Jumat, 24 Februari 2017 | by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Suami-istri lanjut usia di Dusun Magersari, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Surip, 85, dan Wakiran, 60, mengalami nahas Jumat pagi, 24 Februari 2017.  Rumah mereka yang sederhana mendadak roboh total.

Tak hanya itu, keduanya juga sempat tertimpa reruntuhan bangunan. Untung saja, Surip dan Wakiran hanya mengalami luka ringan dan cepat mendapat pertolongan tetangga.

Menurut informasi yang dihimpun matakamera.net, peristiwanya terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Wakiran sedang berada di dapur menyiapkan kopi untuk sang suami. Sementara Surip di ruang tengah.

Cuaca pagi buta itu tidak hujan, meskipun sempat berhembus angin. Tiba-tiba, dalam hitungan detik “Braakkk!” seluruh pondasi dan atap rumah seluas 5x6 meter itu luluh lantak. Surip dan Wakiran tak sempat keluar. Tubuh ringkih membuat mereka mustahil bisa gesit menghindar. Lebih-lebih Wakiran yang penglihatannya terganggu.

nganjuk
Warga Dusun Magersari bersama aparat dan relawan gabungan membersihkan puing-puing rumah Surip dan Wakiran yang roboh (matakamera/ist)
Tak pelak, puing bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu menimpa kedua pasutri renta tersebut. “Korban luka lecet di kaki dan kepala,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Soekonjono, yang menerjunkan tim ke lokasi.

Para tetangga bergegas menolong keduanya, dan sempat dibawa berobat ke bidan setempat.
Soekonjono menambahkan, insiden yang menimpa rumah Surip dan Wakiran tidak murni dipicu cuaca buruk. Melainkan, ada faktor kondisi bangunan yang memang tak layak huni dan harus direnovasi.

Sementara itu Madin, Kepala Desa Bajulan yang juga berada di lokasi menjelaskan, pasutri lansia warganya itu kini diungsikan ke rumah tetangga, sampai rumah mereka kembali dibangun secara gotong-royong. Wakiran dan Surip yang secara ekonomi serba kekurangan, juga tidak memiliki kerabat dekat karena anak-anaknya merantau.

Sejumlah pihak menyatakan siap membantu perbaikan rumah, mulai dari perangkat desa, Perum Perhutani RPH Bajulan, polsek, koramil, BPBD, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nganjuk yang juga telah menyalurkan paket bantuan kebutuhan sehari-hari.(ab)

Baca juga : Tiga Jembatan di Nganjuk Diterjang Longsor


Lihat : Profil Redaksi Matakamera Nganjuk

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname