Usai Pawai Hari Jadi Kabupaten Nganjuk, Mensos Khofifah Datang dan Bikin Ibu-Ibu 'Mbrebes Mili'

khofifah
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa saat memberikan paket bantuan kepada ibu-ibu penerima PKH, di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Ahad 9 April 2017.(matakamera/foto : Panji LS)
Ahad 9 April 2017 | Edited by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja dan menyalurkan bantuan sosial di Kabupaten Nganjuk, Ahad 9 April 2017. Kedatangannya bersamaan dengan pawai boyongan Berbek-Nganjuk, untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1080.

Dalam acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Nganjuk tersebut, pidato sang menteri sempat membuat ratusan ibu-ibu terharu mbrebes mili, atau menitikkan air mata.

Ini terjadi di tengah-tengah pidatonya, ketika Mensos yang berdiri di depan ibu-ibu penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) spontan memanggil anak-anak penerima PKH, yang mendapat bantuan atas prestasi mereka di berbagai bidang.

"Saya panggil Candra Marimar (16) yang baru saja meraih juara 2 kejuaraan Gulat di Thailand mengalahkan peserta dari Vietnam, Laos, Myanmar, Malaysia, dan Singapura. Saya undang juga Ibu Jumiah untuk ke depan. Ibunya Candra ini sungguh luar biasa," tutur Mensos seraya menyalami dan memeluk keduanya.

Mensos mengatakan, Ibu Jumiah adalah contoh bahwa penerima PKH juga bisa mendidik anak-anaknya hingga berprestasi. Kepada para penerima bantuan, Mensos juga berpesan, agar mereka terus memupuk harapan disertai doa dan usaha yang sungguh-sungguh. Ikhtiar ini penting dilakukan agar anak-anak berhasil dalam sekolah dan mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

"Sekarang saya minta semua anak-anak yang juara kelas dan berprestasi maju ke depan, ibunya tolong mendampingi. Nak, jabat dan cium tangan ibumu. Sampaikan terima kasihmu kepada beliau. Atas cinta kasihnya dan doanya kalian bisa mencapai prestasi yang membanggakan," tutur Khofifah.
Mendengar arahan sang Menteri, anak-anak langsung memeluk dan mencium tangan ibunya.

Beberapa anak tampak menangis terharu, tepuk tangan seluruh hadirin tak terbendung, mata para ibu tampak berkaca-kaca. Sejenak Khofifah larut dalam suasana penuh haru dan bangga itu. Dipeluknya para ibu dan anak-anak hingga beberapa saat.

"Saya ingin menunjukkan bahwa ibu-ibu telah melahirkan dan mendidik anak-anak berprestasi. Kepada ibu-ibu penerima PKH saya mohon gunakan uangnya untuk membeli makanan bergizi. Supaya anak-anak sehat, cerdas dan beprestasi," pesan Mensos.

Sementara itu ibunda Candra, Jamiah mengaku sangat bersyukur dan bangga atas prestasi anaknya. Saat ditanya bagaimana ia mendidik dan membesarkan anaknya hinggal berprestasi, Jamiah yang bekerja sebagai buruh tani mengaku selalu berpuasa Senin-Kamis.

"Saya tirakat puasa sejak dia sekolah. Waktu dia ke Thailand seminggu, saya sebulan penuh puasa dan terus berdoa mudah-mudahan hasilnya baik," ujar perempuan berkerudung merah muda ini.

Salurkan Bantuan Sosial untuk Nganjuk

Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Nganjuk, Mensos menyalurkan bantuan sosial total senilai Rp178.020.442.800 dan meresmikan e-Warong Kelompok Usaha Bersama-Program Keluarga Harapan (KUBE PKH).

Bantuan sosial untuk Kabupaten Nganjuk terdiri dari bantuan sosial PKH tunai untuk 13.974 KPM dengan nilai bantuan Rp26.410.860.000. Bantuan sosial PKH Non Tunai untuk 19.512 KPM dengan nilai bantuan Rp36.877.680.000.

Selanjutnya Beras Sejahtera (rastra) untuk 82.933 keluarga dengan nilai bantuan Rp113.750.902.800. Bantuan sosial Disabilitas untuk 275 jiwa denga nilai bantuan sebesar Rp825.000.000. Bantuan sosial Lanjut Usia untuk 78 jiwa dengan nilai bantuan sebesar Rp156.000.000.

PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial sejak 2007. Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai program _Conditional Cash Transfers_ (CCT) atau program Bantuan Tunai Bersyarat.

Program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial, mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dalam jangka pendek, serta memutus rantai kemiskinan dan kesenjangan dalam jangka panjang.

Sasaran PKH adalah komponen kesehatan terdiri atas ibu hamil dan balita, komponen pendidikan yaitu anak usia sekolah dari SD--SMA, penyandang disabilitas berat dan lanjut usia di atas 70 tahun. (ab/bhkms/ads/2017)


Profil Redaksi MATAKAMERA.NET

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname