Cerita Polisi yang Merintis Sekolah Luar Biasa di Nganjuk

nganjuk
Iptu Oyok Suwarno (tengah, berdiri) mendampingi Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono, melihat langsung aktivitas siswa SLB Dharma Bakti Patianrowo (matakamera/foto : Polres Nganjuk)
Selasa 2 Mei 2017 |
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Iptu Oyok Suwarno, seorang perwira polisi Polres Nganjuk punya kegiatan istimewa di luar tugasnya sebagai penegak hukum. Dia terbiasa menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Bakti Desa Patianrowo, Kecamatan Patianrowo. Bahkan sudah seperti orangtua sendiri. ”Memang, di luar tugas utama saya sebagai polisi, saya terbiasa mengajar di SLB ini,” ujar Iptu Oyok.

Rupanya, polisi kelahiran Trenggalek, 26 Desember 1964 itu punya ikatan sejarah dengan berdirinya SLB yang memiliki anak didik sebanyak 60 siswa tesebut. Suami Endah Retno Kartikawati inilah yang merintis berdirinya SLB Dharma Bakti sebelas tahun silam.

Ceritanya bermula pada Mei 2006, ketika Iptu Oyok bertemu dengan Almarhum Abi Santoso, guru SLB asal Sidoarjo yang tinggal di Patianrowo. Keakraban mereka cepat terjalin, karena sama-sama memiliki minat terhadap masalah sosial. Sampai suatu hari, Oyok dan Abi mendapati fakta bahwa banyak anak berkebutuhan khusus di Patianrowo dan sekitarnya, yang tidak bisa menikmati pendidikan. “Bahkan sering berkeliaran di jalan. Mereka tidak sekolah,” kenang Iptu Oyok.

nganjuk
Oyok Suwarno (matakamera/foto : dok.)
Saat itu, ABK memang sulit masuk sekolah reguler. Ditambah lagi, pihak keluarga masih banyak yang menganggapnya sebagai aib. Seketika itu hati Abi dan Oyok tersentuh, hingga kemudian tercetus ide mendirikan SLB pertama di kawasan timur Nganjuk. Dalam waktu singkat, dengan menghimpun beberapa teman dari berbagai profesi, mereka kemudian mendirikan Yayasan Dharma Bakti Sejahtera yang membidani berdirinya SLB Dharma Bakti pada 30 Mei 2006.

Perjuangan awal mendirikan SLB tidak mudah. Iptu Oyok dan Abi sampai harus mendatangi rumah-rumah warga yang punya anak ABK. Tak jarang mereka mendapat penolakan. “Sampai akhirnya bisa dapat 22 siswa angkatan pertama. Pengajarnya ada 6 orang,” kenang ayah tiga putri ini. Saat ini, siswa sudah menyebar dari sekitar Patianrowo, Jatikalen, Lengkong, hingga Kecamatan Bandarkedungmulyo di Kabupaten Jombang.

Sampai sekarang, Iptu Oyok masih terlibat langsung aktivitas di dalam kelas. Dia selalu meluangkan waktu untuk menemui anak-anak didiknya. Keakraban itu diakui Oyok menghapus jarak antara dirinya sebagai polisi, dengan para siswa ABK. Bahkan, Oyok pernah mendengar sendiri salah satu siswa SLB laki-laki berkata lantang, bahwa dia bercita-cita menjadi polisi seperti dirinya. “Saya langsung terharu mendengarnya,” pungkas Oyok.(ab/2017)


Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname