TMMD Nganjuk 2018 : TNI dan Warga Bahu-Membahu Tanam Ribuan Bibit Kelor

nganjuk
Aparat TNI dari Kodim 0810/Nganjuk bersama warga ramai-ramai menanam bibit kelor di lahan hutan Perhutani, Desa Lengkonglor, Ngluyu, 6 April 2018 (matakamera/ist)
Jumat 6 April 2018
by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 101 di Kabupaten Nganjuk membawa banyak kegiatan, yang melibatkan sinergi langsung aparat TNI dan masyarakat sipil di lapangan.

Selain program pembangunan infrastrkutr fisik, seperti membuat jalan aspal penghubung Desa Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu menuju Desa Losari Kecamatan Gondang, bedah rumah warga miskin, rehab sekolah TK dan tempat ibadah, TMMD dengan leading sector Kodim 0810/Nganjuk juga menyasar sector perkebunan dan pertanian produktif.

Buktinya, dalam TMMD ini, Kodim 0810/Nganjuk bekerjasama dengan Pondok Pesantren Pomosda Warujayeng melakukan penanaman  tiga ribu bibit pohon kelor, di lahan milik Perhutani di sekitar lokasi TMMD Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, seluas 1,2 hektare.

Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, tanaman kelor banyak khasiatnya. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Pomosda dan Perhutani untuk membudidayakan tanaman keras yang satu ini. Selain itu, tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit. Bibit Kelor ditanam di lahan dengan cukup sinar matahari tanpa pengairan yang melimpah. Ketika tanaman sudah mulai setinggi lutut, cukup dibiarkan saja hingga berbuah.

 “Memang dilihat dari jenis tanaman, tidak begitu menarik, tapi khasiatnya luar biasa. Memiliki khasiat macam-macam untuk kesehatan tubuh dan kecantikan,” terang Letkol Arh. Sri Rusyono saat mengunjungi lokasi TMMD di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Jumat sore, 06 April 2018.

TMMD
Prajurit TNI dan warga yang terlibat dalam pembangunan jalan tembus Lengkonglor-Losari, saling berbagi bekal di sela waktu istirahat mereka (matakamera/foto : dok) 
Di antara khasiatnya antara lain untuk menjaga berat badan, cukup gizi untuk ibu menyusui, hingga memperlambat efek penuaan.

Seperti diujicobakan oleh anak-anak Pondok Pesantren Pomosda Warujayeng, para santrinya sering mengkonsumsi ekstrak dari daun kelor untuk menjaga kesehatan tubuhnya, termasuk dipakai untuk bahan kecantikan.

 “Bila dibudidayakan dengan baik, biji dan daunnya bisa laku dijual,” urai Dandim.
Lebih lanjut Dandim mengatakan, tanaman kelor memiliki khasiat multi fungsi. Hampir seluruh bagian batang pohonnya dapat dimanfaatkan. Selain daun dan buahnya dapat dikonsumsi untuk sayuran, batang pohon dan akarnya dapat digunakan sebagai kayu bakar.

Dandim berharap, warga Desa Lengkonglor juga ikut budidaya Kelor. Untuk pertama, warga bisa bekerjsama dengan Perhutani, hasilnya dijual melalui Pondok Pesantren Pomosda Warujayeng.

“Kalau melihat prospeknya bagus, masyarakat bisa ikut ambil bagian untuk budidaya Kelor tersebut. Nanti bisa kerjasama dengan Perhutani dan Pomosda,” tukasnya.

(ds/ab/2018)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname