Pedagang Pasar Wage Nganjuk Ditemukan Tewas dengan Wajah Penuh Darah

Polisi dan tim medis saat mengevakuasi jenazah Pujianto dari lokasi di area Pasar Wage Nganjuk, Kamis pagi 21 Juni 2018 (ist)

Kamis 21 Juni 2018
Edited by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di masjid, tepat di belakang Pasar Wage Nganjuk,  Kamis pagi 21 Juni 2018. Penemuan jenazah korban yang tergeletak di tempat wudhu, spontan menggemparkan warga di sekitar pasar.

Korban diketahui bernama Pujianto, 55, salah seorang pedagang di Pasar Wage. Petugas Polres Nganjuk yang mendapat informasi dari warga mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Nganjuk untuk divisum.

Warga sekitar Pasar Wage Kota Nganjuk, heboh karena menemukan korban tewas dalam kondisi bersimbah darah. Tak hanya di lokasinya tergeletak, darah segar juga berceceran di lantai masjid.

Meski demikian, belum diketahui pasti penyebab korban tewas, apakah dibunuh atau karena sebab lain. Saksi mata menyebutkan, korban bersama istrinya berangkat jualan di Pasar Wage, Kamis pagi, seperti biasanya. Sampai di pasar, korban berpamitan pada istrinya untuk salat subuh.

Namun hingga waktu lama, korban tak kunjung kembali. Istri korban pun terkejut setelah mendapat kabar dari warga yang menyebutkan suaminya ditemukan tewas di kamar mandi masjid.

“Mukanya sudah enggak jelas karena berlumuran darah,” kata warga, Hartoyo.

Petugas Polres Nganjuk sudah melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Namun, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Saat ini, polisi masih menunggu hasil visum korban di RS Bhayangkara Nganjuk.

Menurut informasi dari sejumlah warga, korban diduga mengidap penyakit dalam akut hingga mengalami muntah darah.

(ds/ab/2018)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname