Deryl, Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 Dimakamkan di Ngronggot Nganjuk

Aparat Polri dan TNI ikut memanggul peti jenazah Deryl Fida saat tiba di pemakaman Dusun Tamansari, Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk, Selasa siang 13 November 2018 (ist)

Selasa 13 November 2018
by Panji LS

matakamera, Nganjuk - Deryl Fida Febrianto, pemuda 22 tahun yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, dimakamkan di samping makam kakeknya di pemakaman Dusun Tamansari, Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa siang 13 November 2018.

Jenazah Deryl sengaja dimakamkan di Nganjuk, atas kesepakatan keluarga karena kakek dan nenek Deryl berasal dari Dusun Payaman, Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.

Sebelum dimakamkan di Nganjuk, jenazah Deryl awalnya tiba di rumah duka, Jalan Simo Pomahan Baru Surabaya, Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB, setelah diterbangkan dari Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta pukul 05.15 WIB.

Iring-iringan mobil jenazah sampai di tempat pemakaman Dusun Tamansari sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah Deryl yang sudah berada di dalam peti diangkut mobil ambulans bernopol W 9469 XA.

Suasana saat peti jenazah Deryl baru saja dimasukkan ke liang lahat, di TPU Dusun Tamansari, Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk (ist)

Proses pemakaman berlangsung haru dihadiri oleh keluarga besar Deryl yang ada di Surabaya dan Nganjuk. Termasuk Dedy Setiawan dan Ibu Saining, orang tua almarhum Deryl.

Pemakaman juga dihadiri sejumlah pejabat dan kepolisian daerah di Nganjuk, masyarakat sekitar, hingga pihak maspakai Lion Air yang diwakili assisten manager Dyan Eko Nugroho.

Padiyatno, ayah mertua Deryl mengatakan, pihak keluarga sejak awal telah meyakini jenazah Deryl Fida Febrianto pasti teridentifikasi setelah sebelumnya tim pencari terlebih dahulu menemukan buku pelaut, paspor, dan sepatunya pada hari-hari pertama jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Foto kenangan semasa hidup Almarhum Deryl, yang baru saja melangsungkan pernikahan dengan sang istri, Lutfiana Eka Putri, pada 15 Oktober 2018 lalu (ist)

Deryl merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018 lalu. Saat itu, dia rencananya bekerja sebagai pelaut, yang merupakan pekerjaan pertamanya setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA).

Deryl meninggalkan seorang istri, Lutfiani Eka Putri, 23, teman mengajinya di kampung Simo Pomahan Baru Surabaya, yang dinikahinya secara resmi pada 15 Oktober lalu dan saat ini sedang hamil empat bulan.

Menurut Padiyatno, Deryl meresmikan pernikahannya karena akan meninggalkan istrinya untuk berangkat berlayar. Sebelumnya Deryl dan Lutfiana menikah secara agama atau secara siri.

(ds/ab/2018)

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname