Caleg NATO

Kamis 7 Februari 2019



Oleh : Rosihan


Semakin mendekati hari H, para caleg semakin gencar dalam menggalang massa. Ada yang begitu serius dengan program, karena motivasinya menjadi caleg memang berangkat dari kegelisahan, terbadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Tetapi, tidak sedikit dari para caleg itu termotivasi dari fasilitas yang akan didapat,ketika mereka nantinya betul-betul terpilih dan duduk menjadi wakil rakyat. 

Entahlah, pemikiran itu muncul karena diiming-imingi oleh seniornya yang pernah menjadi anggota dewan, ataukah karena melihat kenyataan seseorang yang sedang menjabat, mempertontonkan banyak perubahan dalam hidupnya, yang membuat orang lain menjadi terkagum-kagum dan iri hati.

Fenomena di atas, akhir-akhir ini menjadi memandangan sehari-hari. Sebagai masyarakat yang memiliki hak suara, tentu kita harus selektif dalam menentukan pilihan. Karena merekalah yang akan menjadi wakil kita, untuk memperjuangkan nasib kita. Serta, yang akan menghubungkan antara harapan masyarakat dengan program-program yang dianggarkan oleh pemerintah.

Bayangkan saja kalau kita salah dalam  menentukan pilihan, lima menit kita nyoblos dalam bilik suara menentukan nasib kita selama lima tahun mendatang. 

Kehati-hatian masyarakat sangat perlu  dilakukan karena sekarang banyak sekali caleg NATO (no action talk only) tidak jelas programnya, tetapi ngomong banyak dan kemana-mana. Tidak jelas arah dan tujuannya.

Jangan sampai kita digombali atau menjadi korban janji manisnya.

Untuk membedakan mana yang betul-betul mempunyai niat menjadi wakil rakyat, dan ingin berjuang bersama rakyat , serta mana yang berniat untuk kepentingan pribadi, dapat kita baca dari tawaran-tawaran yang mereka berikan.

Jika caleg tersebut banyak menawarkan atau menyanggupi hal-hal yang bersifat pemenuhan kebutuhan pribadi warga, maka bisa dipastikan bahwa caleg tersebut sedang menebarkan janji palsu.

Karena tidak akan ada program pemerintah yang sifatnya orang per orang. pastilah program pemerintah itu bersifat kolektif, menyangkut kebutuhan masyarakat secara umum.

Kalaupun program yang ditawarkan itu bersifat kolektif, perlu juga kita cermati, apakah masih masuk akal atau tidak. Kemudian, caleg tersebut bisa menpresentasikan secara runtut dan baik atau tidak.

Karena akhir-akhir ini, banyak sekali tukang jahit program  untuk dijual kepada para caleg, dan program tersebut belum tentu cocok untuk wilayah pemilihan kita.

Sebagai contoh, ada caleg yang membuat program membuat spot-spot internet di setiap dusun, dengan penjelasan untuk mendekatkan teknologi dengan masyarakat. Sehingga, anak-anak sekolah mudah dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

Tetapi ketika ditanyakan tentang sumber dananya. sang caleg tidak bisa memberikan penjelasan yang rasional. Inilah yang disebut dengan Caleg NATO.

Sudah saatnya  kita sebagai masyarakat, punya kesadaran yang baik bahwa politik ini adalah untuk kepentingan kita. Bukan untuk kepentingan caleg semata.

Jangan sampai suara yang kita berikan dihargai dengan sangat murah. Terlalu naif kalau kita jual suara kita hanya dengan uang seratus ribu rupiah atau ditukar dengan kaos.

Sebagai contoh, kita bisa membayangkan suatu daerah yang mempunyai fasilitas umum minim, akses jalan masih sulit, kemudian ada caleg yang datang, tetapi tidak punya program yang jelas tentang persoalan tersebut. Apakah caleg semacam itu tetap kita pilih, hanya karena kita diantarkan satu kresek sembako?

Sudah saatnya kita peduli dengan program bersama demi kepentingan orang banyak. mari kita tinggalkan paradigma lama yaitu "aku dapat apa?"

Tetapi, kita alihkan tawaran kepada hal-hal yang berorientasi kepada kepentingan bersama. Kita kampanyekan kepada masyarakat bahwa Caleg NATO sudah tidak ada tempat lagi di wilayah kita.

Masyarakat butuh program nyata, butuh aksi, bukan janji.

Selamat berpesta demokrasi saudaraku, semoga dengan kesadaran kita yang semakin baik dalam berpolitik dapat terpilih caleg berkualitas yang  dapat memberi dampak positif  terhadap pembangunan masyarakat di lingkungan kita,masing-masing.

*Penulis adalah seorang pemerhati politik, tinggal di Kota Batu, Jawa Timur
Share on Google Plus

About Matakamera Production

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname