Ibunya Meninggal, Pria Ini Laporkan Kepala Puskesmas Sawahan ke Polres Nganjuk

Kepala Puskesmas Sawahan, bersama dengan kepala perawat dan dua orang perawat jaga, dilaporkan ke SPKT Polres Nganjuk pada 21 Februari 2019

Ahad 24 Februari 2019
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Parlan, 49, seorang pria warga Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, melaporkan Dr. Sup, 50, Kepala Puskesmas Sawahan, beserta Bam, 40, kepala perawat dan dua orang perawat Puskesmas Sawahan, ke Mapolres Nganjuk.

Parlan mendatangi Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nganjuk pada Kamis 21 Februari 2019. Kepada polisi, dia menceritakan pengalaman pahit pelayanan Puskesmas Sawahan, yang berujung pada meninggalnya Warni, ibunya.

Kejadiannya hari Sabtu 19 Januari 2019 lalu, sekitar pukul 18.30 WIB malam. Saat itu, Parlan dan temannya mengantar Warni ke Puskesmas Sawahan, karena sakit paru-parunya kambuh dan kondisinya kritis.

Sampai di puskesmas, mereka sempat ditemui oleh dua orang perawat jaga. Satu orang perawat laki-laki dan satu orang perempuan.

Namun malam itu, kedua perawat itu menolak menangani Warni, dengan dalih kamar pasien sudah penuh. Mereka lalu menyarankan agar Warni dibawa ke RSUD Nganjuk.

“Menurut pengakuan pelapor (Parlan), saat itu salah satu teman pelapor sempat mengecek ke dalam puskesmas, dan melihat masih ada dua kamar pasien yang kosong,” ujar Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Moh. Sudarman, dalam keterangan pers Minggu 24 Februari 2019.

Berikutnya, teman Parlan yang ikut mengantar, melihat ada dua mobil ambulans terparkir di halaman puskesmas. Namun, ketika Parlan meminta tolong agar ibunya diantar ke RSUD Nganjuk menggunakan ambulans tersebut, kedua perawat itu juga menolak dengan alasan takut pimpinan.

“Akhirnya pasien (Warni) dibawa pulang. Pelapor (Parlan) lalu minta tolong kepala desa setempat, dan selanjutnya pasien dibawa ke RSUD Nganjuk dengan mobil siaga desa,” lanjut Sudarman.

Di RSUD Nganjuk, Warni yang sudah semakin kritis akhirnya mendapat penanganan dan dirawat inap. Namun nahas, pada Senin 21 Januari 2019, sekitar pukul 15.00 WIB, Warni dinyatakan meninggal dunia.

Kenyataan tersebut membuat Parlan sedih, sekaligus kecewa dengan perlakuan pihak Puskesmas Sawahan. Diapun memutuskan untuk melaporkan kepala dan perawat Puskesmas Sawahan ke Polres Nganjuk.

(ds/ab/2019)

Share on Google Plus

About Matakamera Production

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname