Kapolres Nganjuk Ikut Bakar Patung Ogoh-Ogoh di Bajulan

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta saat membakar salah satu ogoh-ogoh, usai diarak oleh umat Hindu di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Rabu 6 Maret 2019 (ist)

Rabu 6 Maret 2019
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk - Umat Hindu Kabupaten Nganjuk di Dusun Semanding, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Nganjuk, melaksanakan tradisi pawai ogoh-ogoh, Jumat sore 16 Maret 2018.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian persiapan menjelang Hari Raya Nyepi, tahun baru Saka 1941 yang jatuh pada Kamis 7 Maret 2019.

"Ogoh-ogoh yang diarak pada sore hari ini melambangkan roh jahat yang mengganggu umat manusia," jelas Mangku Damri, pemuka Hindu di Pura Kerta Buwana Giri Wilis Nganjuk.

Pawai ogoh-ogoh yang diikuti ratusan orang itu menempuh rute sepanjang sekitar 5 kilometer, dari kompleks Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, menuju simpang Monumen Jenderal Sudirman, yang merupakan jalur pintu masuk menuju Air Terjun Roro Kuning.

Ogoh-ogoh lebih dulu diarak sejauh 5 kilometer, dari Pura Kerta Buwana Giri Wilis menuju Monumen Jenderal Sudirman

Menariknya, pawai ogoh-ogoh di lereng Gunung Wilis itu tak hanya diikuti oleh umat Hindu setempat, tetapi juga dihadiri langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta. Perwira polisi asal Bali ini bahkan ikut mengarak hingga prosesi pembakaran ogoh-ogoh, di simpang Monumen Sudirman.

Pawai juga menjadi daya Tarik wisata bagi ribuan masyarakat Nganjuk yang memadati lokasi pawai. Sejumlah pejabat dan tokoh juga tampak hadir.

Kepala Desa Bajulan juga ikut menyulut api untuk membakar patung ogoh-ogoh

Lebih lanjut Mangku Damri menjelaskan, pawai ogoh-ogoh tersebut memiliki tujuan untuk mengusir roh jahat yang ada di dalam maupun diluar tubuh manusia. Sehingga, roh jahat tidak mengganggu pelaksanaan catur brata penyucian pada puncak Hari Raya Nyepi.

"Sebelum pawai ogoh-ogoh ini, kami juga telah lebih dulu melakukan pembersihan jasmani dan rohani, termasuk di lingkungan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis. Dilanjutkan tawur kesanga atau memberikan niat kepada butha kala, baru kemudian pawai ogoh-ogoh," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa berpesan, agar seluruh masyarakat Nganjuk selalu menjaga kerukunan umat beragama, tanpa membeda-bedakan apa agamanya, untuk memperkuat keutuhan NKRI.

(ds/ab/2019)

Share on Google Plus

About Matakamera Production

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname