Dalam Tiga Bulan, Satreskoba Polres Nganjuk Ringkus 30 Tersangka Narkoba

Para tersangka narkoba dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Nganjuk, Selasa 28 Juli 2020 (foto : Humas Polres Nganjuk)

Selasa 28 Juli 2020
by Panji Lanang S

matakamera, Nganjuk – Dalam kurun waktu tiga bulan, sejak Mei 2020, Satresnarkoba Polres Nganjuk telah mengungkap 22 perkara, dengan total 30 tersangka.

Rinciannya dari 22 perkara tersebut, 13 di antaranya adalah narkotika, dengan 19 tersangka. Terdiri dari 17 tersangka kasus sabu-sabu, dan 2 tersangka kasus ganja.

Sisanya, 9 kasus obat keras dan berbahaya (okerbaya) dengan 11 tersangka pengedar pil dobel L, dan 1 tersangka pil berlogo Y. Sementara barang bukti yang diamankan, 13,53 gram sabu, 119,18 gram ganja, 9.093 butir pil dobel L, dan 190 butir pil berlogo Y.

Para tersangka bersama barang bukti ini dipamerkan dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Nganjuk, yang dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Marhaen Djumadi, Selasa 28 Juli 2020. Selain itu juga didampingi oleh Waka Polres Kompol Ki Ide Bagus Tri, S.I .K, Kasat Resnarkoba Iptu Pujo Santoso, dan Kasubbag Humas Iptu Rony Yunimantara.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto, didampingi Wabup Marhaen Djumadi,  mengatakan, selama 3 bulan Satresnarkoba Polres Nganjuk dapat mengungkap 22 kasus narkoba.

“Dari beberapa tersangka yang diamankan ini, ada yang masih berstatus pelajar. Ini menandakan bahwa narkoba sudah merambah dunia pendidikan, dan kita harus waspada,” ungkapnya.

Perwira dengan dua melati di pundak yang juga putra daerah ini mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. “Untuk para orang tua harus mengawasi putra putrinya, apalagi saat ini banyak belajar di rumah akibat pandemi Covid – 19,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengaku prihatin adanya pelajar yang terlibat narkoba. Ke depan, pihaknya akan lebih giat melakukan sosialisasi terkait bahaya narkoba di lingkungan sekolah.

“Ini harus menjadi perhatian serius, karena narkoba dapat merusak generasi bangsa. Tindakan preventif harus segera dilakukan dengan jalan memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat, terutama pelajar,” pungkasnya.
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname