Dulu Pramugari, Si Cantik Ini Sekarang Buka Warung Kopi

Renita Fridasari (foto-foto : dari berbagai sumber)

Ahad 19 Juli 2020
by Panji LS

matakamera - Renita Fridasari, wanita 23 tahun asal Dukuh Birin, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini mencuri perhatian publik. 

Pasalnya, dara jelita yang sebelumnya berprofesi sebagai pramugari maskapai plat merah tersebut, tiba-tiba banting setir membuka usaha warung kopi.

Rupanya, profesi Renita menjadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19. Pramugari ini terpaksa dirumahkan lantaran pandemi virus corona yang menekan jumlah penerbangan.


Mau tidak mau, Renita putar otak agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. Kemudian, jadilah ia membuka kedai kopi dan menjual bubur kacang hijau. Jika anda ingin mampir, lokasi warungnya berada di Jalan Ki Ageng Pemanahan, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Klaten.

"Ini penerbangan lagi tidak begitu banyak jadi masih di rumah aja ya ini buka warung borjo. Ini baru berjalan dua minggu," ungkap Renita.

Dikutip dari RRI (18/7), Renita membuka kedai kopi yang bernama Warkop Tanjakan, beritanya viral dan warungnya banyak diserbu kawula muda.


Wanita 23 tahun tersebut mengaku bosan diam di rumah, ia pun lantas mengisi kesibukkannya berjualan kopi sambil menunggu jadwal penerbangan.

"Diam di rumah ga bisa ya cari kesibukan. Di Klaten Kalau angkringan sudah banyak sehingga berpikir yang di Klaten belum ada tapi bisa buat tongkrongan buat anak-anak apa yang murah," lanjut wanita yang akrab disapa Rere.


Rere mengaku tak canggung atau malu saat melayani para pembeli yang datang ke warungnya, bahkan tak jarang yang meminta foto bersama.

"Pembelinya lumayan yang mayoritas anak muda. Banyak dari mereka yang ingin foto bareng. Ya ga papa yang penting ga disalah gunakan," pungkasnya. 
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname