Jalan Sepanjang 2 Kilometer di Kecamatan Ini Berubah Jadi Empang

Nganjuk
Jalan Pesudukuh yang berlubang
Matakamera, Nganjuk – Jalan raya yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, sudah tiga tahun rusak parah. Kepala Desa (Kades) Pesudukuh, Kecamatan Bagor, Paryono, 50 mengatakan, jalan umum yang salah satunya melintasi desanya itu merupakan akses jalan vital bagi warga empat desa sekaligus. Masing-masing Desa Balongrejo, Desa Ngumpul, Desa Pesudukuh, dan Desa Buduran. Selain sebagai akses pengangkut hasil panen, jalan yang dibiarkan rusak parah tersebut banyak dilewati para pelajar.
Menurut Kades, di jalan beraspal setempat banyak kendaraan melintas seperti sepeda motor, mobil roda empat, termasuk truk dan beberapa kali dilewati bus pariwisata. Namun karena lantaran letak jalan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai, diduga kondisi tanah menjadi labil dan mudah rusak atau ambles, ketika dilalui kendaraan bermuatan berat

Diperkirakan, kondisi jalan yang rusak parah sepanjang dua kilometer. Yakni, mulai masuk Desa Buduran hingga Desa Balongrejo. Hanya kondisi terparah, tepat berada di Dusun Pugruk, Desa Pesudukuh, jalan rusak tepat di tengah jalan. Ada puluhan lubang menganga hingga kedalaman sekitar 20 senti meter dari permukaan. Tak heran, ketika hujan turun, jalan berlubang menyerupai kolam kecil alias empang yang biasanya berisi ikan."Kalau hujan turun, lubang-lubang itu penuh air jadi seperti kolam pemancingan, " lanjut Paryono

Kecelakaan juga rawan terjadi setelah hujan turun dan pada malam hari. Pasalnya, saat hujan turun, hanya tinggal sekitar setengah meter aspal jalan yang dapat terlihat. Untuk itu, para pengguna jalan harus berhati-hati bila tidak ingin celaka. Lebih-lebih, saat malam hari, kondisi jalan rusak dekat makam umum itu gelap, tanpa ada penerangan jalan sedikit pun. "Sudah licin, kalau malam gelap sekali," ujarnya.
Kepada pemerintah daerah setempat, Paryono meminta segera memperbaiki jalan rusak tersebut sebelum bertambah parah dan mengakibatkan korban jatuh bertambah. Termasuk, membangun bronjong atau plengsengan di sepanjang sungai yang membujur ke barat dari Desa Buduran hingga Desa Balongrejo tersebut. Pasalnya, apabila pemerintah daerah hanya memperhatikan kondisi jalan saja, dalam waktu dekat bakal rusak kembali.”Kalau tepi sungai tidak diperkuat dulu, kondisi jalan bisa cepat rusak lagi, karena tanahnya gerak,” pungkasnya. (ab)
Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname