Harapan dan Keiklasan Keluarga, di Akhir Pencarian Korban Longsor Nganjuk

nganjuk
Foto kenangan semasa hidup Bambang Donny Ardiansyah, yang menjadi korban longsor Dlopo bersama empat orang termasuk adik kandungnya, serta foto Hartini, ibunda Donny (matakamera/foto : Panji LS)
Selasa 18 April 2017 |
by Panji Lanang Satriadin

matakamera, Nganjuk – Sepuluh hari berlalu, sejak kejadian nahas menimpa dua dari tiga putra pasangan Askan, 50, dan Hartini, 45, asal Dusun Sumberbendo, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos. Keduanya, Bambang Donny Ardiansyah, 23, dan Bayu Ragil Permana, 14, turut menjadi korban tertimbun longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Ahad siang 9 April 2017.

Jasad kakak-beradik itu, bersama tiga korban lainnya, sampai saat ini belum berhasil ditemukan. Kondisi itu membuat batin Askan dan Hartini belum bisa sepenuhnya lega. Meskipun, mereka sudah siap dan iklas menerima kenyataan bahwa keduanya sudah tiada.

Askan, ayah Donny dan Bayu bercerita, bahwa sebelum kejadian tidak mendapat firasat apapun. Ia bahkan menyebut kedua putranya itu belum sempat berpamitan, saat meninggalkan rumah menuju bukit tempat kejadian longsor. Donny merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, sementara Bayu merupakan anak bungsu. "Donny dulu ikut pecinta alam. Saya tidak menyangka dia mengajak adiknya (Bayu) melihat longsor," ujar Aksan lirih.

nganjuk
Foto kenangan semasa hidup Moh. Kodri (kiri), Ragil Bayu Permana (atas), Dwi Yulianto (tengah), dan Paidi (bawah)
Selasa malam 18 April 2017, tim SAR gabungan di bawah komando Letkol Arh Sri Rusyono kembali melakukan rapat evaluasi pencarian korban. Perwakilan keluarga korban juga diundang, termasuk keluarga Donny dan Ragil Bayu. Rapat memutuskan bahwa upaya pencarian akan berakhir Rabu 19 April 2017. Namun, masih ada masa pembersihan dan normalisasi lokasi longsor sampai Ahad 23 April 2017.  

Pihak keluarga korban saat ini sudah bisa iklas, apapun hasil akhir pencarian nanti. Baik orangtua Donny dan Bayu, maupun keluarga tiga korban lainnya yakni Paidi, 55, Dwi Yulianto, 17, dan Mohammad Koderi, 15. Hanya saja, sampai penghujung masa pencarian, mereka tetap berdoa dan berharap ada ‘mukjizat’. “Semua pihak termasuk keluarga tentu berharap jenazah bisa ditemukan. Kami juga terus bekerja maksimal, sampai hari terakhir diberlakukannya masa tanggap darurat,” ujar Kepala BPBD Nganjuk Soekonjono, selaku Wakil Komandan Tanggap Darurat Longsor.

nganjuk
Proses pencarian para korban longsor Dlopo terus dilakukan sampai Selasa sore 18 April 2017, dengan bantuan alat berat ekskavator (matakamera/foto : Joyo Parto)
Sementara itu di hari yang sama, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko juga mengunjungi lokasi longsor Dusun Dlopo. Selain memantau proses pencarian oleh ratusan personil gabungan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, BPBD, Tagana, dan instansi lainnya, Pangdam juga menyantuni keluarga para korban, serta meninjau posko kesehatan dan tenda pengungsian.

Pangdam meminta, prajurit dan seluruh relawan yang ikut pencarian tetap mengutamakan keselamatan. “Volume tanah yang bergeser juga besar, dan ini tentunya membutuhkan kehati-hatian dalam melakukan pencarian korban,” ujar Pangdam di posko di Dusun Sumberbendo, Desa Ngetos.(ab/2017)

Baca juga : Anggota DPR-RI Sareh Wiyono Temui Keluarga Para Korban Longsor Nganjuk



Profil Redaksi MATAKAMERA.NET

Share on Google Plus

About Matakamera

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname